Gunung Kidul, Proliman News — Musim kemarau panjang kembali memicu peristiwa kebakaran hutan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peristiwa terbaru menerjang area Hutan Blondo yang berlokasi tepat di pinggir Jalan Paliyan–Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa malam (28/7/2026).
Kobaran api dengan cepat menghanguskan area seluas satu bukit. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengukur total luas lahan yang terdampak dalam insiden tersebut.
Peristiwa di Hutan Blondo ini menambah panjang rentetan musibah kebakaran lahan dan hutan yang marak terjadi di wilayah DIY belakangan ini, seperti di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, serta wilayah Gunungkidul lainnya. Kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat material kayu dan dedaunan sangat mudah terbakar dan menyebabkan api merambat dengan cepat.
Menanggapi rentetan kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengindikasikan bahwa maraknya kebakaran lahan belakangan ini sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia.
Pihak BPBD DIY secara tegas mengingatkan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membersihkan lahan (land clearing) menggunakan api. Pembakaran sembarangan di tengah cuaca kering tidak hanya membahayakan ekosistem hutan, tetapi juga mengancam keselamatan dan permukiman warga di sekitar lokasi.
Liputan: Galang Andika Pratama


