Jawa Tengah Kembali Kondang Setelah Bupati Cilacap Syamsul Auliya dan 26 Orang Terkena OTT KPK

Budi mengatakan, KPK menangkap 27 orang dalam OTT tersebut yang terdiri dari Bupati Cilacap, ASN, dan pihak swasta(foto/dok)

Jakarta, Proliman News – Jawa Tengah kembali menjadi perhatian nasional karena seorang bupati kembali kena Operasi Tangkap Tangan (OTT).Komisi

Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada hari ini, Jumat, 13 Maret 2026.

Syamsul Auliya Rachman diamankan oleh tim penindakan KPK dalam operasi senyap yang berlangsung di wilayah Cilacap.

Total terdapat 27 orang yang diamankan dalam rangkaian OTT ini.

Bupati Cilacap dilaporkan kini telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.

Ini merupakan penangkapan kepala daerah ketiga yang dilakukan KPK selama bulan Ramadan tahun ini (1447 H).

Syamsul Auliya Rachman merupakan Bupati Cilacap periode 2025-2030 yang baru menjabat setelah memenangkan Pilkada Serentak 2024.

Hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan rinci mengenai detail kasus korupsi atau barang bukti uang yang disita dalam operasi tersebut.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkait penerimaan (suap) dalam pengurusan proyek di Pemkab Cilacap.

“Terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup hari ini di wilayah Cilacap, diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Budi mengatakan, KPK menangkap 27 orang dalam OTT tersebut yang terdiri dari Bupati Cilacap, ASN, dan pihak swasta.

BACA JUGA  Buntut Puluhan Siswa Mual dan Diare, BGN Hentikan Operasional SPPG Kulon Progo

“Dari penyelenggara negara, ASN, dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swastanya,” ujarnya.

Budi mengatakan, Bupati Syamsul Auliya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif kemudian dibawa ke Jakarta.

“Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih,” tuturnya.

Budi juga mengatakan, barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap ini berupa uang tunai.

“Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai, jumlahnya nanti kami akan update kembali,” ucapnya.

Liputan : Media Pro

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *