Ketua DPD Partai NasDem Kulon Progo Nasib Wardoyo: Selamat Mas Agung – Mas Ambar Tantangan Kalian Sangat Berat !

Selamat mengabdi Dr. H.R. Agung Setyawan, ST, MSc, MM, dan Ambar Purwoko, AMd yang telah dilantik sebagai Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo, periode 2025-2030, ulang Nasib Wardoyo.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Selamat kepada Dr. H.R. Agung Setyawan, ST, MSc, MM, dan Ambar Purwoko, AMd yang telah dilantik sebagai Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo, periode 2025-2030.

Demikian tulis Ketua DPD Partai NasDem Kulon Progo, Nasib Wardoyo yang disampaikan kepada media Kamis (20/2/2025) sore.

Nasib Wardoyo mengatakan, sebelum efektif menjabat ada hal yang ingin disampaikan kepada Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo 2025-2030, yaitu bahwa keduanya akan memasuki era dengan tantangan berat akibat efisiensi.

“Kepada Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo, periode 2025-2030 tantangan efisiensi sangat berat. Bupati – Wakil Bupati harus inovatif, kreatif, tegas dan teges,” tulisnya.

Inovatif karena seluruh rakyat Kulon Progo tidak boleh ada yang kelaparan sementara perekonomian kini mulai terpuruk akibat pemangkasan berbagai anggaran oleh pemerintah pusat.

“Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo 2025-2030 harus inovatif, bagaimana mensiasati tekanan efisiensi anggaran namun masyarakat tetap kenyang, makan bergizi, dan punya penghasilan yang baik,” katanya.

Itu tantangannya ! Nasib Wardoyo mengatakan, jika anggaran pemerintah pusat sudah dilakukan efisiensi besar-besaran sejak awal dan pola ini akan berlangsung hingga lima tahun kedepan tentu kita akan kembali ke masa lampau. Apa ?

“Masa hidup susah, bahan makan sulit, penghasilan tidak ada, infrastruktur rusak kacau, buruk, daya tahan tubuh masyarakat menurun hingga gampang ambruk,” tambahnya.

BACA JUGA  Calon Bupati Kulon Progo 2024 Masih Gelap, Sugiyanto : Hanya Orang Sinting yang Tidak Butuh Bupati Idaman

Maka rakyat akan kembali makan sekenanya atau seadanya, atau seketemunya, masak dengan kayu bakar, bahkan rakyat tidak mampu beli BBM hingga tidak mampu membiayai sekolah anak-anak mereka, karena tidak berpenghasilan.

 “Ini dampak edisiensi anggaran. Dan tentu sendi-sendi perekonomian akan terganggu, daya beli merosot, dan kita akan kembali di fase tertinggal atau miskin bulat,” katanya lebih lanjut.

Mensiasati kondisi tersebut diperlukan kreatifitas tinggi, dan keikhlasan bekerja, karena rakyat tetap perlu hidup, makan kenyang, bergizi, bisa bayar sekolah, bisa beli sepeda motor, dan tetap tegak tidak terpuruk, meski anggaran pemerintah tipis, lanjutnya.

Nasib Wardoyo mengkhawatirkan, akibat kondisi perekonomian kacau kesehatan masyarakat menurun, seluruh proses kehidupan masyarakat stagnan.

“Maka dibutuhkan ide kreatif pemimpin baru kita itu, jika tidak ada ide kreatif maka akan semakin banyak rakyat kelaparan, rasionalnya kita kembali ke era tahun 70-an, “ papar Nasib Wardoyo.

Maka yang paling penting sekarang ini adalah mencari terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seluruh kebijakan dikelola dengan teteg dan tegas.

“Jangan sampai mengulang cerita zaman lampau, masak investasi miliaran hasilnya hanya jutaan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus dituang tambahan modal tetapi setoran ke PAD tidak ada, ini apa,” katanya.

Buat prioritas pembangunan infrastruktur yang memang telah dihitung betul berapa banyak akan mampu menggenjot PAD ? Jika tidak, sudahlah tinggalkan saja usulan atau aspirasi itu.

BACA JUGA  Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Finalisasi Susunan Pengurus PBNU 2026–2031

Lalu revisi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Karena menurut Nasib Wardoyo, dibuntunya semua jenis iklan rokok di wilayah ini melalui Perda tersebut telah membuat berbagai aktivitas masyarakat tidak berjalan.

Lalu, tingkatkan pariwisata, terbitkan aturan bahwa semua tamu pemerintah harus menginap dan tinggal beberapa saat di Kulon Progo.

“Tamu-tamu kita dari berbagai daerah kan selama ini menginap dan tinggal Kota Yogyakarta, atau di Sleman, di sini kan ada hotel berbintang, ada pariwisata, ada sarana hiburan, dan lain-lain.” ujarnya.

Lalu, tertibkan penambangan ilegal dan penambangan pasir sedot di banyak sungai dan tertibkan angkutan barang tambang yang biasanya overload karena itu telah merusak seluruh jalan kita di Kulon Progo.

“Untuk membangun kembali jalan yang rusak sangat mahal, tidak sebanding dengan penerimaan dari pajak tambang, atau retribusi angkutan tambang,” katanya.

Selamat mengabdi Dr. H.R. Agung Setyawan, ST, MSc, MM, dan Ambar Purwoko, AMd yang telah dilantik sebagai Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo, periode 2025-2030, ulang Nasib Wardoyo.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *