Kisah Inspiratif Risti, Anak Buruh Proyek Asal Kulon Progo yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM

(Foto:Laman Resmi/UGM)

Yogyakarta, Prolimannews – Impian untuk mengenyam bangku kuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia kini bukan lagi sekadar mimpi bagi Ristiana Artanti. Dara berusia 19 tahun asal Karangsari, Pengasih, Kulon Progo ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), bahkan secara gratis.

Bagi Risti sapaan akrabnya bisa diterima di kampus biru tersebut terasa seperti keajaiban. Di tengah situasi keuangan keluarganya yang tidak menentu, ia sempat diselimuti rasa khawatir tidak bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Ayah Risti, Rubikan, telah mendedikasikan hidupnya sebagai buruh proyek sejak tahun 1995. Penghasilannya sangat bergantung pada ada atau tidaknya proyek yang berjalan. Jika beruntung mendapatkan pekerjaan, ia biasanya membawa pulang upah sekitar Rp90.000 hingga Rp100.000 per hari setelah bekerja dari pagi hingga menjelang petang.

Sementara sang ibu, Winarni, juga pernah bekerja keras sebagai asisten rumah tangga di Jogja, bahkan tetap bekerja hingga usia kandungannya menginjak tujuh bulan saat mengandung Risti.

“Bisa makan tiga kali sehari itu sebenarnya kami sudah sangat bersyukur,” ungkap Winarni menahan haru.

Meski hidup dengan keterbatasan, Winarni tidak ingin impian masa lalunya yang terputus karena masalah biaya juga menimpa sang putri. Mengetahui Risti memiliki rekam jejak prestasi akademik yang gemilang dan nilai rapor yang bagus di sekolah, ia dan suaminya bertekad bulat memberikan dukungan penuh.

BACA JUGA  Harga Cabai Keriting di Pol lelang Cabai Pantai Selatan Kulon Progo Ditutup di Angka Rp 48 Ribu Per Kilogram

“Saya dulu ingin sekali meneruskan sekolah, tapi orang tua benar-benar tidak mampu. Makanya, kalau bisa, anak saya jangan sampai seperti saya. Biar masa depannya bisa lebih baik lagi,” kenang Winarni sambil menitikkan air mata bahagia.

Keberhasilan Risti menembus UGM tidak didapatkan secara instan. Sejak sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dalam membagi waktu. Di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan diri, ia selalu menempatkan urusan belajar sebagai prioritas nomor satu.

“Saya selalu disiplin membagikan waktu agar kegiatan ekstra tidak mengganggu akademik,” kenang Risti.Berkat ketekunannya tersebut, impiannya berlabuh di UGM akhirnya terwujud melalui jalur beasiswa/subsidi UKT 100%, yang membebaskan dirinya dari seluruh biaya kuliah hingga lulus.### Bertekad Mengabdi di Pelosok DaerahRisti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sembari menatap masa depannya yang kini terbuka lebar, ia sudah merajut cita-cita mulia untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat setelah menyelesaikan studinya nanti.

“Saya sudah membayangkan bahwa setelah lulus nanti, saya ingin bekerja di puskesmas atau rumah sakit yang berada di daerah pelosok-pelosok. Saya ingin membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat,” tutur Risti penuh harap.

Kisah Risti menjadi bukti nyata komitmen inklusivitas pendidikan, di mana mimpi anak seorang buruh proyek pun bisa menjadi kenyataan di universitas kelas dunia..

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *