Kulon Progo, Proliman News – Problem masyarakat di Kabupaten Kulon Progo zaman now itu pendapatan tidak sepadan dengan kebutuhan.
“Besar pasak daripada tiang, karena memang keadaan demikian. Harga kebutuhan luar biasa tinggi, sumber penghasilan sempit pendapatan limit,” kata Kiai Hadi Subroto, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hadi, Karangasem, Pengasih, Kulon Progo.
Kalau ada calon pemimpin, calon bupati – wakil bupati yang bisa menyiapkan lapangan pekerjaan untuk rakyatnya itu yang dibutuhkan sekarang.
“Kulon Progo butuh pemimpin yang bisa mendatangkan investasi, membangun industri, karena ribuan orang butuh pekerjaan. Butuh penghasilan, perlu menaikkan pendapatan per kapitanya,” katanya.
Menurut Hadi Subroto, sekarang ini Kulon Progo ada di era darurat penyerapan tenaga kerja. Pengangguran tinggi, alternatif pekerjaan tidak tersedia.
“Mudahnya, kalau setiap warga punya gaji/hasil mesti akan sejahtera. Maka yang paling mudah perbanyak industri di Kulon Progo, yang tidak bertentangan dengan lingkungan,” ungkapnya.
Dengan begitiu, maka Kulon Progo akan terbangun kota satelit atau metropis. Kulon Progo butuh industri tetapi yang tidak merusak lingkungan.
lingkungan tetap aman dengan jalur transportasi yang baik sehingga hasil dari gunung bisa dengan mudah dibawa ke lintas kabupaten atau lintas propinsi.
Wira usaha dimudahkan dengan kebijakan pemerintah baik peizinannya ataupun permodalan. Bagi petani tentu kebutuhan pupuk dan sarana pertanian mampu terbeli dan terjangkau
“Kalau kondisi itu bisa diwujudkan, masyarakat kita bisa digdoyo, petani pedagang buruh bisa membiayai sekolah anaknya,”lanjutnya.
Anak usia sekolah/kuliah bisa masuk ke pendidikan level tinggi dengan fasilitas negara baik kedinasan atau ikatan dinas dan sebaginya, tambah Hadi Subroto.
Sebenarnya untuk mengurangi kemiskinan itu paling mudah adalah meneruskan rencana lingkungan Industri menjadi pusat industri baik industri makanan ternak ataupun industri baja.
Tetapi terfokus di Tuksono, Sentolo, atau lingkungan yang sudah disiapkan untuk industri. Dengan cara ini pnduduk lulus sekolah terserap diberbagai perusahaan tersebut sesuai dengan tingkatan pendidikan masing-masing.
“Saya punya ilustrasi begini, yang hoby di bidang ikan diizinkan dan ada wilayah yang bener-benar bisa untuk memelihara ikan. tetapi tempat yang digunakan itu milik negaram bisa nggak begitu,” ujarnya.
Sehingga warga minat berusaha di sektor ikan bisa sewa dengan murah dan di subsidi.
“Bagi produk pertanian disiapkan tempat lelang produk pertanian misal sayuran, buah, pangan ada tempat lelang sehingga, sehingga harga akan terjaga,” lanjutnya.
Disamping kita juga membutuhkan calon bupati – wakil bupati yang humanis namun tetap agamis.



