Lima Orang Warga Gelar Aksi Demo di Depan Kantor Bupati Kulon Progo Mereka Bakar Ban Bekas !

Mereka tiba di lokasi langsung menggelar aksi demo membakar ban bekas dan terus menggaungkan semangat untuk transparansi.(foto/rey)

Kulon Progo, Proliman News – Lima orang warga menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Kulon Progo, Kamis ( 5/3/2026).

Mereka terus meneriakkan tuntutan Bupati – Wakil Bupati bertanggujawab terhadap terhadap kerugian yang dialami BUMD PT Selo Adikarto (SAK).

Serta membuat kebijakan pembangunan strategis untuk masyarakat miskin.

Lima orang warga tersebut datang mengendarai mobil pick up L-300 dengan terus meneriakkan orasi-prasinya melalui megaphone.

Mereka tiba di lokasi langsung menggelar aksi demo membakar ban bekas dan terus menggaungkan semangat untuk transparansi.

Mereka juga membagikan rilis yang berisi lima tuntutan mereka.

Diantaranya meminta aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengusut dugaan monopoli dan pengaturan proyek di Kulon Progo.

“Kami minta Bupati – Wakil Bupati lebih peka terhadap kondisi kemiskinan masyarakat dibanding kegiatan aneh-aneh yang lain, yang dirasa tidak substantif,” kata melalui megaphone.

Kemudian mereka juga meminta Bupati – Wakil Bupati bertanggungjawab terhadap terhadap kerugian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT SAK dan lain-lain.

“Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi maka kami meminta DPRD Kulon Progo melakukan sidang membahas LKPJ dalam sebuah sidang terbuka,” kata Kordinator Aksi Noor Misuari, Kamis (5/3/2026).

Noor Misuari mengatakan, hari ini barangkali memang merupakan pemanasan saja sehingga hanya lima orang yang datang dalam aksi ini.

“Ini sekedar mengisi waktu menjelang buka puasa, sembari pemanasan, untuk menunjukkan kepada Bupati – Wakil Bupati, bahwa aliansi warga benar-benar ada,” katanya.

BACA JUGA  Program Revitalisasi Sekolah Senilai Rp 26,8 Miliar Jadi Rebutan Kontraktor, Dinas : Tolong Semua Taat Aturan !

Yang datang ini para komandan warga atau komunitasnya masing-masing terdiri dari unsur mahasiswa, kemudian organisasi massa dan kelompok warga lokal.

“Kami didukung sejumlah kelompok massa, tetapi dengan pertimbangan puasa dan cuaca kami hari ini hanya ingin unjuk muka, bahwa aliansi itu ada,” kata Noor Misuari.

Liputan : Suyono Sugondo/ Reinaldy Dwi / Rendy Satrio

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *