Kulon Progo, Proliman News – Managemen BUKP Galur, Sabtu (29/3/2025) bertemu dengan 9 penabung dan pemilik deposito yang memiliki simpanan dana sebesar Rp 614 juta.
Dalam kesempatan tersebut Managemen BUKP Galur menyanggupi membayar tabungan dan deposito 9 penabung tersebut akhir bulan Agustus 2025 mendatang.
Pembayaran tersebut kemudain akan dituangkan dalam bota perjanjian antara managemen BUKP Galur setelah melakukan rembugan dengan 9 penabung dan pemilik deposito.
“Ini hanya untuk 9 penabung yang tadi bertemu, yang lain nanti,” ujar Gandung Isbiyanto Plt Pimpinan BUKP Galur ketikadihubungi per telpon.
Kenapa hanya untuk 9 penabung ? Apa karena mereka penggerak berdirinya Perkumpulan Korban BUKP Galur ? Yang lain yang jumlahnya ratusan orang akan dibayar kapan?
“Ya sementara itu dulu, kalau semua saya nggak kuat mbayarnya? “ tambah Gandung Isbiyanto dengan nada terbuka.
Kan penabung yang lain yang jumlahnya jauh lebih besar juga punya hak untuk segera mendapatkan kembali dana tabungannya ?
Lalu kalau 9 orang saja tabungan mereka sudah mencapai Rp 641 juta, terus berapa miliar jumlah dana yang disimpan masyarakat di BUKP Galur ?
Namun atas pertanyaan ini Gandung Isbiyanto sudah tidak menjawab.
Sementara Sasmito Nugroho yang memimpin pertemuan di Brosot Galur Kulon Progo, siang tadi mengatakan perjanjian baru lisan belum ada hitam dia atas putih.
Maka perkumpulan korban BUKP Galur tetap meminta mereka membuat surat perjanjian bahwa tanbungan mereka akan dibayar akhir Agustus 2025, dan diketahui oleh Panewu Galur dan Kapolsek Galur.
“Kami minta dituangkan daolam bentuk perjanjian dan diketahui Penewu dan Kapolsek, lengkjap dengan jumlah dana yang bisa dibayarkan.” ujarnya menambahkan.
Dalam pertemuan itu hadir Plt BUKP Galur Gandung Isbiyanto, Untoro mantan Pimpinan BUKP Galur, dan Fahrudin atau Udin juru tangih serta juru jemput tabungan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut terungkap, bagamana cara mereka mengumpulkan uang sebesar Rp 614 juta dalam tempo lima bulan, salah satunya dengan meminjam dana dari bank pemerintah.
tetapi ketika disedak apakah akan dibayar semua? Managemen BUKP Galur tidak bisa memberi pernyataan yang meyakinkan bahwa dana untuk 9 nasabah dengan total Rp 614 juta tersebut bisa terbayarkan sekaligus.
“Kami harus kumpul – kumpul dari berbagai sumber, agar bisa melunasi tabungan dan deposito warga, berapa yang bisa kami bayar ya lihat nanti,” kata Gandung Isbiyanto menegaskan.
Padahal kan jumlah penabung dan pemilik deposito ratusan orang, kalau 9 orang saya tabungan mereka mencapai Rp 614 juta, ratusan orang bisa sampai berapa ya?
Liputan : Suyono Sugondo


