Kulon Progo, Proliman News – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhtarom Asrori meminta agar Bupati Kulon Progo memenuhi janjinya saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Apa itu ?
“Ada dua hal yang saya catat dan ini perlu segera direalisasikan karena kondisi perekonomian masyarakat sedang tidak baik-baik saja,” katanya Selasa (30/12/2025).
Pertama, merealisasikan program bantuan seragam sekolah gratis untuk warga yang tidak mampu disemua tingkatan.
Program ini setidaknya bisa meringankan beban para orang tua siswa setelah anak-anak mereka memasuki sekolah baru beberapa bulan lagi.
“Jangan anggap enteng biaya seragam. Ini mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Mari kita cek kepada semua orang tua atau sekolah, berapa biaya untuk pengadaan seragam sekolah. Pasti sampai ratusan ribu,” katanya.
Kalau orang tua memiliki dua atau tiga anak masuk sekolah baru bersamaan tentu biaya seragam sekolah akan menjadi luar biasa berat dalam kondisi perekonomian lesu seperti ini.
“Bayangkan jika seorang ayah memiliki tiga anak, yang kecil masuk SD, yang tengah masuk SMP, yang besar masuk SMA, waaouu berat bos,” tegasnya.
Maka ia meminta agar Bupati Kulon Progo segera merealisasikan janji kampanyenya untuk program bantuan seragam sekolah ini.
Kedua, yakni program memberi bantuan biaya sekolah bagi keluarga tidak mampu hingga selesai.
“Program ini dulu menggelora dan ini menjadi rasanan warga masyarakat. Mereka tentu akan menagih janji kampanye tersebut,” tegasnya.
Lakukan pendataan berapa jumlah warga miskin yang memiliki anak sekolah di tingkat SD, SMP, SMA/SMK, lalu bikin skema penyaluran bantuannya secara sistematis.
“Yang penting anak-anak warga miskin tidak perlu perih membayar biaya sekolah, baik untuk buku atau uang bulanan sekolah serta biaya ujian dan lain-lain. Agar masyarakat merasa memiliki pemimpin dan tidak merasa sedang dibiarkan merintih sendirian di tengah gelap malam,” katanya.
Muhtarom Asrori menegaskan, hal ini ia sampaikan sebagai bentuk dukungan kepada Bupati Kulon Progo dan perbaikan situasi kebatinan masyarakat.
Liputan : Bagus Aryo Wicaksono




Sragam sekolah bisa jutaan, masuk SMP saja bisa 1,2 juta. SMA 2 juta. Ini memberatkan wali murid