Jakarta, Proliman News — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menggelar shalat Istisqa (shalat memohon hujan) secara berjamaah. Langkah spiritual ini diserukan guna menghadapi ancaman kekeringan ekstrem serta bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.
Lewat imbauan resminya, MUI meminta pengurus masjid, pimpinan pondok pesantren, dan ormas Islam memfasilitasi pelaksanaan shalat Istisqa di wilayah masing-masing, terutama daerah yang paling terdampak krisis air.
Poin Utama Imbauan MUI
- Ikhtiar Spiritual: Mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, bertobat, dan memohon pertolongan Allah SWT melalui shalat Istisqa agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan.
- Pencegahan Kerusakan Lingkungan: Menegaskan pentingnya ikhtiar lahiriah dengan menghentikan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan yang memicu karhutla dan memperparah polusi udara.
- Konservasi dan Solidaritas: Mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menghemat penggunaan air bersih serta menggalang aksi sosial guna membendung dampak kekeringan bagi daerah terisolasi.
MUI menegaskan bahwa penanganan krisis iklim dan kekeringan memerlukan sinergi antara ikhtiar spiritual masyarakat dan langkah tegas pemerintah dalam penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Liputan: Galang Andika Pratama



