Netizen Gemas, Gatel, Panas, Kenapa Maling Dapat Donasi Melimpah Satpam Penganiaya Maling Dipenjara

Dua orang petugas keamanan Pasar Mangu, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah yang menganiaya nenek Sar (67) Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 05.30 WIB, akhirnya diciduk polisi.

Boyolali, Proliman News – Nenek Saparmi (67) warga Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, viral setelah mencuri di Pasar Mangu, Boyolali, Jawa Tengah, dihajar dua petugas keamanan hingga moncrot berdarah.

Ia terekam video dalam kondisi berdarah berjalan terhuyung-huyung karena kesakitan saat keluar dari Pos Satpam Pasar Mangu, Boyolali, karena kedapatan mencuri 5 kilogram bawang.

Meskipun Nenek Saparmi mengaku mencuri karena butuh modal berjualan, ia tetap mendapat simpati banyak kalangan mulai pejabat hingga artis.

Kepala Desa Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa ini bukan kasus pertama kalinya Benek Saparmi mencuri; ia telah beberapa kali tertangkap mencuri di berbagai pasar.

Pemerintah desa telah beberapa kali memberikan nasihat dan bimbingan kepada Nenek Saparmi, agar insaf dan merubah tabiatnya. Bahkan sempat melibatkan pihak kepolisian, namun tindakan pencurian terus berulang.

Beberapa bulan sebelum kejadian di Pasar Mangu, Nenek Saparmi juga tertangkap mencuri di Pasar Jongke, Solo, dan pihak desa berencana memberikan nasihat lagi sebelum insiden penganiayaan terjadi.

Naas saat mencuri di Pasar Mangu, Boyolali, ia tertangkap dan dibawa ke Pos Satpam Pasar Mangu.

Kini dua satpam masing – masing ZA (42) dan KA (56). yang menganiaya Nenek Saparmi telah ditahan di Polres Boyolali.

Dan kasus ini menyoroti permasalahan sosial ekonomi yang dialami oleh nenek tersebut serta pentingnya penanganan yang lebih komprehensif daripada hanya hukuman fisik.

BACA JUGA  Husein Out Masyarakat Pati Menangis Tanpa Kata, Nurul Utami Pati: Sumpah Aku Kudu Nangis Sediluk !

Apa komentar netizen terkait masalah yang demikian pelik ini ?

@rasyasmart3, sepertinya menyesalkan tindakan para dermawan yang memberi Nenek Saparni donasi atau sumbangan.

“Ehhhh malah dapat donasi, heuhh_capek, heuhh_capek,” ujarnya dalam sebuah komentar di media sosial.

“Sesuk neg ono maling ojo di gebuk ndak mlebu penjoro.”lanjutnya.

@putriiaryanii, melalui komentarnya mengabarkan, bahwa di Pasar Bayat belum lama ini (ketangkap mencuri,red) juga mbah yang itu kok mirip banget.

@budii_ask, menuliskan, sekarang sudah punya duit banyak , semoga tidak mencuri lagi anake do bosok ra gelem ngopeni mbokne po yo , donasi okeh lg do nglumpuk.

@manameisyaya, mengatakan, gimana cara sadar- in orang” yang pada open donasi ?

@yusuf_anggoro_widodo, mengatakan, ya seharusnya ditindak aja kades nya nyari solusi datang ke rumah barangkali ada masalah

@_selvianauchie, menulis, anakke kudune yo melu dipenjoro wae nek nenek e yo dipenjara gen kapok.

Mosok Satpam Mangu sak yaene seh di tahan. Seng nyolong sopo seng ditahan sopo lucu.gene Ng jkrta NK main hakim dewe gak pie2 tetep seng ditangkap yo malinge.

@lyea_nyonyaachmad, mengatakan, akhirnya pak lurah speak up juga.

@risaerryka, menulis, satpam nya yg menjaga keamanan hilang pekerjaan dan sekarang sudah ditahan.

Yang mencuri dapat donasi ,sampai sekarang donasi nya gak berhenti-henti..

Dengan tidak sadar banyak yang menormalisasikan mencuri kemudian digebukin lalu viral dan dapat donasi.

BACA JUGA  Tangis Haru Mewarnai Penyambutan Jamaah Haji Kloter 84 di Pendopo Pengayoman Temanggung Jateng

Pusingkan kan, bagaimana menangani dan mengomentari masalah seperti ini.

Liputan : Mas Ananto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *