Kulon Progo, Proliman News – DPC PKB Kulon Progo menerima aspirasi puluhan kiai dan penggerak Nahdlotul Ulama (NU) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Sabtu ( 29/6/2024) semalam.
“Mereka menyampaikan aspirasi, pertama akan mengambil peran aktif dalam Pilkada Kulon Progo 2024, kedua mereka setuju munculnya pasangan calon Akhmad Basuki – Nur Haris, ketiga mereka siap untuk membentuk relawan pemenangan,” ujar Kiai Shihabudin, Ketua DPC PKB Kulon Progo.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kiai Shihabudin mengatakan, sangat memahami dan mendengar secara seksama apa yang disampaikan para kiai dan penggerak NU dari berbagai wilayah itu.
“Namun semua masih berproses, tetapi aspirasi ini penting untuk dicermati. Kami tentu mendengar dengan seksama apa yang mereka sampaikan, dan DPC PKB Kulon Progo juga mengerti memahami pesan politik yang mereka sampaikan,” katanya.
Dalam pertemuan yang digelar di Rumah Makan Joglo Girli, Pengasih, dihadiri sedikitnya 50 orang pemuka Nahdlotul Ulama (NU) dan puluhan kiai dari berbagai pelosok wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Dalam paparannya sejumlah kiai menyatakan, NU dan jajarannya menyatakan siap untuk mengambil peran pada Pilkada Kulon Progo 2024.
Pertemuan paparan aspirasi tersebut dilakukan, melihat pentingnya mengawal pembangunan Kulon Progo ke depan yang semakin rumit dan penuh tantangan tidak ringan.
Terutama peran serta mereka guna membetengi dampak negatif kemajuan Kulon Progo.
Selain juga untuk turut mendorong pemerataan pembangunan agar kesejahteraan bisa terwujud di semua wilayah.
“Maka butuh nahkoda (bupati-wakil bupati, red) yang berpengalaman dan berani mengambil kebijakan yang tidak populis tetapi memiliki dampak besar pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi Hartono, pemrakarsa pertemuan tersebut.
Tampak hadir, Kiai Bajuri (Galur), Gus Halimi (Pengasih), Kiai Nasokha dan Kiai Yahya, serta sejumlah kiai lain yang juga turut aktif memberikan pandangan-pandangan untuk Kulon Progo maju.
Pada kesempatan tersebut mereka juga mendoakan agar pasangan Akmad Basuki – Nur Haris bisa mewujud karena dua sosok ini dipandang mampu membuat perubahan di Kulon Progo, ke depan.
Meski mereka juga sadar bahwa proses politik masih cukup panjang karena pasangan calon bupati – wakil bupati ditentukan oleh rekomendasi DPP partai-partai pengusung dalam hal ini Koalisi Besar.
Liputan : Rendy Satrio Prabowo



