Bantul, Proliman News – Peringati Hari Pers 2026 wartawan di Yogyakarta ziarah ke makam wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) diDusun Gedongan, Desa Trirenggo, Bantul.
Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) wartawan Koran Bernas Yogyakarta yang dibunuh diduga terkait liputan-liputannya 30 tahun lalu.
Mewakil wartawan senior, Sigit Purwita menyebut ziarah ini bukan hanya terkait napak tilas perkembangan dunia pers Indonesia serta momentum untuk menyuarakan kebenaran yang telah diperjuangkan sejak kematian Udin pada 16 Agustus 1996.
“Mas Udin itu bukan sekedar teman, tetapi juga pahlawan bagi profesi wartawan,” paparnya.
Pengorbanan dalam menyampaikan kebenaran tidak hanya mempertaruhkan fisik semata, namun juga nyawanya.
Sigit menambahkan meskipun kasus penganiayaan pada malam 13 Agustus 1996 sudah dinyatakan kadaluarsa, namun dunia pers Indonesia berharap setidaknya motif yang melatarbelakangi bisa diungkap.
“Selama ini kami wartawan Indonesia hanya bisa menduga kasusnya berkaitan dengan pemberitaan. Kita mendorong aparat menyampaikan ke publik soal motif sebenarnya, meskipun pelaku tidak pernah ditangkap,” kata Sigit.
Tak hanya itu, kalangan wartawan Yogyakarta berharap pemerintah melakukan kajian mendalam untuk menjadikan Udin sebagai pahlawan nasional khususnya dibidang pers.
Sigit berharap keberanian Udin dalam menyuarakan kebenaran dalam karyanya menjadi keteladanan. Masuk 30 tahun kematian Udin, perlu penghargaan kepada almarhum.
Liputan : M Rofiq



