Kulon Progo, Proliman News — Pada Triwulan I Tahun 2026, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo berhasil menembus angka 5,69% (y-on-y).
Angka ini mengantarkan Kulon Progo menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di seluruh Provinsi DI Yogyakarta!
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa kunci utama dari lompatan besar ini adalah hadirnya iklim usaha yang aman dan kondusif.
Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perangkat daerah, sektor swasta, akademisi, dan seluruh masyarakat yang telah bergerak bersama.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras kita semua. Mari kita pertahankan tren positif ini dan terus bersama-sama memajukan perekonomian demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kulon Progo,” katanya.
Sementara dari sektor pertanian paling menonjol di Kulon Progo yakni cabai, lelang cabai Jumat (12/6/2026) di Pesisir Selatan Kulon Progo hanya menembus Rp 22 532 per kilogram atau nyaris sama dengan kemarin.
Sementara Rabu (10/6/2026) harga lelang cabai merosot ke angka Rp 19.500 per kilogram, setelah beberapa hari mesorot dari Rp 35.500 anjlog ke angka Rp 23.500 lalu anjlog di angka Rp 19.500 per kilogram.
“Petani mengatakan, ketika diminta memacu produksi, produksi cabai musim ini sangat bagus dan sehat. Bahkan ketika harga lelang berada di angka BEP sekalipun petani tetap memasok cabai ke pol – pol lelang, hingga hari ini terlelang sebanyak lebih dari 40 ton,” kata Sudarto.
Sudarto mengatakan, cabai hanya sekali mendapat harga bagus yakni Rp 48.000 tetapi selanjutnya terus merosot hingga hari ini hanya naik turun di kisaran Rp 22.500 dan Rp 19.500 per kilogram.
“Kalau melihat harga lelang ini, berarti petani hanya bisa mengantongi penghasilan Rp 1000 rupiah per kilogramnya, dan ini tentu tidak cukup untuk hidup.
Karena harga terus menurun, maka berarti di sektor cabai perekonomian petani tidak baik-baik saja.
Sementara panen sayur atau produksi sayur sangat bagus tetapi sejak bulan lalu harganya merosot tajam dibanding sebelumnya.
“Harga pare itu hanya Rp 1.500 per kilogram, sementara produksi pare luar biasa bagus-bagus, di sektor sayuran kangkung dan terong serta oyong juga sama kondisinya. Mana yang membaik,” katanya.
Sedang di sektor jasa konstruksi, nyaris tidak ada paket besar yang membuat perekonomian bangkit. Yang ada hanya paket-paket kecil, itupun tidak dibuka untuk umum, karena adanya kebijakan satu pintu.
Liputan : Suyono Sugono



