Yogyakarta, Prolimannews – Sebuah kejutan besar terjadi di babak gugur Piala Dunia 2026 ketika tim bertabur bintang, Jerman, harus mengepak koper lebih awal setelah ditumbangkan oleh Paraguay lewat babak adu penalti yang sangat dramatis. Bertanding di Gillette Stadium, Foxborough, laga sengit ini berakhir dengan skor imbang 1-1 selama 120 menit sebelum akhirnya Paraguay mengunci kemenangan penalti 4-3. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali kedua bagi Paraguay berhasil memenangkan laga fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Sepanjang babak pertama, Jerman di bawah asuhan Julian Nagelsmann tampil sangat mendominasi jalannya pertandingan dengan mencatatkan penguasaan bola yang masif hingga 76%. Kendati demikian, pertahanan rapat dan kerja keras skuad La Albirroja membuat barisan penyerang Jerman frustrasi dan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran lewat upaya Joshua Kimmich.
Sebaliknya, Paraguay justru berhasil mencuri keunggulan di menit ke-42 melawan arus permainan. Berawal dari kerja sama apik pasca-hukuman yang melibatkan Miguel Almirón dan Matías Galarza, sebuah umpan silang matang berhasil disundul dengan sempurna oleh Julio Enciso ke pojok bawah gawang yang dikawal Manuel Neuer. Skor 1-0 untuk keunggulan Paraguay bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Die Mannschaft langsung meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya instan, pada menit ke-54, pemain pengganti Leon Goretzka mengirimkan umpan silang lambung yang diteruskan oleh Florian Wirtz kepada Kai Havertz, yang dengan cerdik mencetak gol penyeimbang. Meski Jerman terus menggempur habis-habisan, ketangguhan kiper Paraguay, Orlando Gill, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu (extra time).
Di babak tambahan waktu, tensi pertandingan semakin memuncak dengan banjir kartu kuning, termasuk kartu kuning untuk pelatih Jerman Julian Nagelsmann akibat melakukan protes keras di pinggir lapangan.
Drama terbesar terjadi pada menit ke-102 ketika bek Jerman, Jonathan Tah, berhasil menyundul bola masuk ke gawang memanfaatkan umpan silang dalam Nathaniel Brown. Namun, setelah peninjauan VAR, wasit Jalal Jayed secara kontroversial menganulir gol tersebut karena menganggap Waldemar Anton melakukan pelanggaran terlebih dahulu terhadap kiper Orlando Gill. Tanpa adanya gol tambahan hingga menit ke-120, pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti.
Ketegangan di Babak Adu Penalti
Skenario adu penalti berjalan penuh drama setelah kedua tim sama-sama sempat gagal memanfaatkan kesempatan berharga:
Jerman: Kai Havertz (Gagal), Joshua Kimmich (Gol), Jamal Musiala (Gol), Nick Woltemade (Gagal), Nadiem Amiri (Gol), Jonathan Tah (Gagal).
Paraguay: Mauricio (Gol), Gustavo Gómez (Gol), Matías Galarza (Gol), Antonio Sanabria (Gagal), Fabián Balbuena (Gagal), José Canale (Gol).
Setelah sepakan Jonathan Tah melambung tinggi di atas mistar, José Canale maju sebagai eksekutor keenam Paraguay. Dengan ketenangan luar biasa, Canale sukses memperdaya Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 bagi Paraguay.
Babak Berikutnya
Meskipun Jerman harus menelan pil pahit dan tersingkir secara tragis dari panggung dunia, bintang muda mereka Florian Wirtz tetap dinobatkan sebagai Flashscore Man of the Match berkat kreativitasnya sepanjang laga. Dengan hasil ini, Jerman dipaksa pulang lebih awal, sementara Paraguay melaju ke babak berikutnya untuk menantang pemenang antara Prancis atau Swedia. Pertandingan epik ini dipimpin oleh wasit Jalal Jayed (Maroko) dan disaksikan langsung oleh 63.945 penonton di stadion.
Liputan: Galang Andika Pratama



