Kulon Progo, Proliman News – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kulon Progo memasang target agresif pada Pemilu 2029, yakni membentuk satu fraksi di DPRD dengan minimal empat kursi.
Target ini berarti lonjakan 100 persen dari capaian saat ini yang baru dua kursi naik dari kondisi sebelumnya yang bahkan tanpa representasi.
Ambisi tersebut ditegaskan dalam musyawarah cabang (muscab) PPP se-DIY di Hotel Morazen, Sabtu (25/4/2026), yang sekaligus menjadi ajang konsolidasi menyeluruh hingga tingkat paling bawah struktur partai.
Ketua DPC PPP Kulon Progo, H. Zuharsono Azhari, menilai capaian dua kursi menjadi titik balik kebangkitan partai di daerah.
Namun, ia mengakui target empat kursi hanya bisa dicapai jika mesin partai benar-benar bekerja efektif hingga tingkat ranting.
Ketua DPW PPP DIY, H. M. Yazid, menegaskan batas waktu konsolidasi sangat ketat. Seluruh struktur dari muktamar, musyawarah wilayah (muswil), muscab hingga musyawarah anak cabang (musancab) harus tuntas pada 2026.
“Begitu masuk 2027, itu sudah fase pertarungan. Tidak ada lagi waktu untuk berbenah,” ujarnya.
Pernyataan ini menandai perubahan pendekatan: PPP tidak lagi ingin menjadi partai yang reaktif menjelang pemilu, tetapi mulai membangun kesiapan jauh hari.
Namun, percepatan ini juga menunjukkan tekanan internal—keterlambatan sedikit saja berisiko membuat partai kembali kehilangan momentum.
Ketua Umum DPP PPP, Mardiyono, menekankan pentingnya memperkuat basis ekonomi kerakyatan sebagai fondasi politik. Ia mendorong partai hadir langsung dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya saat kontestasi.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menilai stabilitas politik daerah menjadi peluang, tetapi juga tantangan. Dalam situasi yang relatif kondusif, persaingan justru akan ditentukan oleh kekuatan organisasi dan kualitas kandidat.
Liputan : Anung Marganto



