Kulon Progo, Proliman News – Program MBG (Makan Bergizi Gratis) itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Yakni untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita dan mengatasi stunting dan malnutrisi.
Selain itu, program ini juga berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi dengan memberdayakan usaha kecil lokal dan menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya beli masyarakat dengan menghemat pengeluaran rumah tangga.
“Nah mari kita lihat prakteknya di lapangan. Sudahkan semua konsepsi ideal itu diterapkan oleh semua perangkat Program MBG ? Ini pertanyaan pertama,” kata Direktur Lembaga Kajian dan Advokasi Pembangunan (LKAP) Kulon Progo, Priyo Santoso, Sabtu (27/9/2025).
Program MBG ini untuk memastikan anak-anak memiliki makanan sehat dan bergizi untuk belajar dengan baik, serta tumbuh kembang optimal.
Mencegah stunting dan masalah kekurangan gizi lainnya pada kelompok rentan.
Mendukung ibu hamil dan menyusui dengan asupan gizi yang cukup untuk kesehatan ibu dan janin/bayi.
“Tentu Program MBG ideal, bagus, dan luar biasa. Kenapa bisa banyak terjadi keracunan di mana-mana, apa yang salah, siapa yang salah ? Itu pertanyaan berikutnya,” katanya.
Program MBG juga memuat tujuan mulia, yakni peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM dalam penyediaan bahan makanan dan pengolahan makanan, sehingga menggerakkan perekonomian lokal.
Disamping program ini membuka peluang kerja baru, terutama di sektor pangan, sehingga dapat menurunkan angka pengangguran.
“Pertanyaannya, seberapa besar semua komponen itu terlibat dalam program ini, lalu seberapa besar peluang kerja baru yang terjadi,” tambahnya.
Kemudian Program MBG juga berfungsi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan menyediakan makanan bergizi, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli makanan, yang secara tidak langsung meningkatkan daya beli.
Peningkatan kesejahteraan sosial dan keadilan sosial karena Program MBG menjamin setiap anak memiliki akses terhadap makanan bergizi, yang merupakan hak dasar.
Program ini juga menjadi pendekatan strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
“Masalahnya bagaimana para perangkat pememrintah mengimplementasikan gagasan yang bagus tersebut dalam praktek nyata ? Ini silahkan dicermatai, lalu evaluasi total. Karena menurut pengamatan kami belum sinkron antara konsep dan prakteknya,” ujar Priyo Santoso.
Liputan : Suyono Sugondo



