Program MBG di DIY Bakal Dijalankan Lebih Ketat dan Terarah, Ni Made Dwiyanti: Harus Berdasar 4 Pilar

Tuduhan tanpa bukti beresiko menimbulkan ketidakadilan dan mereduksi fokus pada hal yang paling penting: menemukan penyebab kejadian dan mencegah pengulangan. (foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY kini dijalankan dengan lebih ketat dan terarah.

Setelah muncul kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan di beberapa daerah, Pemda DIY menegaskan komitmennya agar hal serupa tidak lagi terjadi di Bumi Mataram.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG kini berlandaskan empat pilar utama:

  1. Jaminan keamanan dan higienitas makanan melalui penerapan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) di seluruh dapur penyedia.
  2. Pengawasan berkelanjutan dengan monitoring intensif dan evaluasi mingguan bersama Satgas MBG di kabupaten/kota.
  3. Pemberdayaan ekonomi lokal dengan memastikan bahan baku berasal dari sumber yang jelas dan berkualitas.
  4. Perlindungan tenaga kerja yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.

“Kalau bicara KLB, berarti bicara kualitas bahan baku, pemrosesan, packaging, sampai mobilisasi. Semua harus terjamin,” tegas Ni Made.

Langkah tegas ini menjadi bukti keseriusan Pemda DIY dalam menjaga keamanan pangan dan masa depan generasi muda.

Karena makanan bergizi bukan sekadar kenyang, tapi juga harus aman dan menyehatkan.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Komisi A DPRD DIY Meminta Presiden Memberi Gelar Pahlawan Bagi 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *