Kulon Progo, Proliman News – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, puluhan kader perempuan PDI Perjuangan Kulon Progo mulai dari unsur struktural pengurus, anggota fraksi DPRD, Srikandi , dan BSPN menanam sayuran bersama dengan memanfaatkan wadah galon-galon air mineral bekas yang tak terpakai sebagai potnya, di halaman Panti Marhaen Kulon Progo, Selasa (21/4/2026).
Wakabid Penanggulangan Bencana, Perempuan & Anak DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Eka Septy mengatakan aksi ini menanam sekitar 50 tanaman lombok dan terong di galon bekas kemudian ditata di halaman dan sekitar Panti Marhaen.
Ini merupakan bagian kegiatan merawat pertiwi dalam rangka peringatan Hari Kartini DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo.
“Kami intinya awalnya menanam. Tujuan kami menanam untuk berdikari mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan minimal di lingkungan rumah kami sendiri, dan sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan,” terang Septy.
Penanaman sayuran ini juga sesuai instruksi DPP PDI Perjuangan untuk melakukan penanaman tanaman produktif.
“Penanaman tanaman pendamping padi selain di lingkungan DPC PDI Perjuangan juga dilaksanakan di rumah masing-masing kader perempuan sebagai bentuk ketahanan perempuan,” tandas Septy.
Sebelum menanam tanaman pangan, juga digelar sarasehan dengan narasumber Pito Agustin Rudiana, dari Majelis Pertimbangan Legislasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta.
Pito Agustin memaparkan bahwa krisis lingkungan seperti sekarang ini, mau tak mau berdampak pada perempuan.
Pito mencotohkan kondisi di tanah Papua yang sebelumnya kawasan hutan dimanfaatkan masyarakat adat, diubah menjadi lahan perkebunan jagung, singkong bahkan sawit.
“Padahal hutan itu selama ini menjadi andalan mama-mama disana untuk mencukupi kebutuhan makan konsumsi keluarga mereka,” katanya.
Karena hutan itu menghasilkan bahan pangan umbi-umbian sayuran, menjaga air, juga guna menjaga ekosistem yang ada.
Tapi setelah diubah menjadi lahan jagung, singkong apalagi sawit tentu semua berubah, jelas Pito, dalam Sarasehan dengan tema Meneladani Semangat Kartini , Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya dan Berdampak di Panti Marhaen PDI Perjuangan Kulon Progo Selasa (21/4/2026).
Pito menekankan pentingnya perjuangan perempuan di sektor lingkungan ini.
Pito mengajak para kader perempuan PDI Perjuangan Kulon Progo dapat turut berperan dalam perjuangan ekofeminisme.
“Dengan cara sederhana saja, kita tanam sayuran cabai, sawi, kangkung di rumah kita sendiri memakai polibex, botol bekas, galon bekas, bisa pakai tanah atau pakai air sistem hidroponik. Itu langkah kecil sederhana tapi manfaatnya luar biasa. Untuk lingkungan, hingga kemandirian ekonomi, melepaskan diri dari ketergantungan,” terangnya.
Suprapti, Srikandi PDI Perjuangan Kulon Progo mengatakan dirinya menanam sayur memanfaatkan barang bekas galon air mineral di DPC PDI Perjuangan Kulon Progo dan di rumahnya.
Selain untuk kebutuhan dan kepuasan diri sendiri, menanam sayur mayur yang dipajang di halaman sekitar kantor DPC dan lingkungan rumah sendiri menjadi ruang kampanye lingkungan menarik minat warga untuk menanam tanaman produktif meski lahan terbatas.
“Menanam itu healing untuk kita. Dan bermanfaat ada hasilnya. Terus lagi kalau ada orang lihat kan tertarik terus ikut menanam juga di lingkungan rumahnya. Kalau semua perempuan semua warga bisa begitu, pertanian kita akan maju melimpah gak perlu ada impor-impor. Kita penuhi kebutuhan sendiri,” kata Suprapti
Liputan : W Maryanti



