Rakyat di Kulon Progo Utara Adalah Pemilik Hak Layanan Kesehatan Kenapa Mereka Terlantar dan Tidak Tertolong ?

Persoalan krisis layanan kesehatan di wilayah Kulon Progo utara bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keadilan sosial dan hak dasar warga negara.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Persoalan krisis layanan kesehatan di wilayah Kulon Progo utara bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keadilan sosial dan hak dasar warga negara.

Masalah ini tidak boleh dipandang sebatas ketiadaan rumah sakit. Ini tentang hak setiap warga untuk memperoleh layanan kesehatan yang cepat, layak, dan manusiawi.

Kondisi geografis wilayah utara yang berbukit dan jauh dari pusat layanan medis membuat warga sering terlambat mendapatkan penanganan.

Karena itu, perlu kiranya pemerintah daerah meninjau ulang arah prioritas pembangunan agar tidak terpusat di wilayah tengah dan selatan.

Pembangunan rumah sakit di wilayah utara seharusnya dilihat sebagai investasi kemanusiaan, bukan beban anggaran. Ketika akses kesehatan merata, kualitas hidup dan produktivitas sosial masyarakat juga akan meningkat.

Ini menyangkut masalah pemerataan fasilitas kesehatan juga menjadi bentuk penguatan rasa keadilan sosial di masyarakat.

Jangan sampai warga di lereng Menoreh merasa menjadi warga kelas dua hanya karena sulit menjangkau fasilitas publik. Kesehatan adalah hak, bukan privilese geografi.

Warga Samigaluh bagian barat lebih cepat menjangkau RSUD Muntilan (Magelang) atau RS Santo Yusup Boro daripada RSUD NAS di Sentolo, atau RSUD Wates.

Ini masalah rumit pelik dan membuat banyak orang menangis karena dalam kondisi darurat semua kita bertaruh nyawa. Korban luka, ibu mau melahirkan, korban kecelakaan, atau apapun tentu butuh ditangani segera. Mereka sedang bertaruh nyawa.

BACA JUGA  Warga Sepakat Membawa Kasus Penimbunan Sampah di Pedukuhan Sawahan Banaran Kulon Progo ke Aparat Hukum

Keluarga, kerabat, relawan bertaruh nyawa karena harus bergerak cepat di wilayah yang tidak landai. Semua sedang bertaruh nyawa. Sampaikah ke titik ini para pejabat pengambil keputusan di Kulon Progo ?

Sementara kita semua tahu, tenaga medis di Puskesmas-puskemas di wilayah Kulon Progo komandannya tetap dokter jaga, atau dokter piket atau dokter Puskesmas.

Kalau selama ini mereka tidak menetap di Puskesmas tempatnya bekerja, memilih pulang entah dimana tinghalnya, lalu susah dikontak, bagaimana nasib warga pemilik hak atas layanan Puskesmas.

Maka pemikiran pentingnya didirikan rumah sakit besar di wilayah Kulon Progo utara menjadi sangat masuk akal, karena susahnya membina dokter Puskesmas.

Penulis : Anung Marganto

Redaktur Senior Proliman News

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *