Warga Kulon Progo Utara Puluhan Tahun Meminta Mendesak Agar Ada Rumah Sakit Besar, Tetapi Pemda Cuek !

Tanpa tedeng aling-aling, kami warga di Kulon Progo utara ini memang harus ikhlas menerima nasib. Sejak dulu hingga saat ini, susah urusan rumah sakit, urusan ada aksiden, dan kondisi darurat.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Saya salah satu warga di Kabupaten Kulon Progo utara, tinggal di Kapanewon Samigaluh.

Terimakasih Proliman News telah menghubungi saya untuk menulis tentang kondisi riil akses layanan kesehatan bagi warga Kulon Progo Utara.

Pertama, saya sepakat adanya pemikiran pentingnya membangun Rumah Sakit besar di wilayah ini. Saya sepakat !

Tanpa tedeng aling-aling, kami warga di Kulon Progo utara ini memang harus ikhlas menerima nasib. Sejak dulu hingga saat ini, susah urusan rumah sakit, urusan ada aksiden, dan kondisi darurat.

Apa ? Tanpa pelanayan kesehatan yang cepat, mudah dan maksimal. Benar itu !

Berpuluh-puluh tahun memang begitu. Usul-usul, teriak-teriak, juga tidak didengar. Sampai suatu ketika, saya mengalami situasi luar biasa, hingga nangis di jalan saya.

Karena harus membawa dua orang terluka parah karena tangannya terkena tatah, dan satu lagi kakinya kecangkul.

Ketika saya ke Puskesmas Samigaluh, tidak ada dokter. Karena dokter tidak mukim. Lalu dikontak juga susah.

Saya harus bertindak cepat, karena tenaga medis yang ada tidak memberi tindakan apapun karena tidak ada perintah dokter.

Ambulance pun tidak bisa dioperasikan karena tidak ada perintah dokter.

Saya menangis nangis diperjalanan, menyetir mobil pribadi, membawa dua korban kecelakaan, dan bingung harus bagaimana.

Ini kisah nyata, bukan karena unsur apapun. Tidak dendan tidak dongkol, tidak juga karena politik. Saya berusaha iklhas menerima takdir saya sebagai warga Kulon Progo utara yang tersisih.

BACA JUGA  HUT KONI DIY ke-59 Tim Sepakbola KONI - Gunungkidul Main Imbang Melawan Kulon Progo - Sleman

Maka terdekat saya bawa dua korban kecelakaan alat tajam itu ke rumah sakit di Minggir Sleman. Harus berkata apa ? Nothing !

Maka bagaimana tanggapan saya tentang ide didirikannya Rumah Sakit besar di Kulon Progo utara ? Tentu saya setuju. Kita semua butuh itu.

Tetapi ada yang lebih penting. Apa ? Kenapa Bupati-Wakil Bupati tidak bisa menekan dokter-dokter Puskesmas untuk tinggal di wilayah kerjanya ?

Lalu tiba-tiba sekarang banyak orang mendesak adanya Rumah sakit besar di wilayah ini. Rumah sakit negeri atau swasta ?

Paling logis sekarang ini tentu rumah sakit swasta karena pemerintah sedang tidak mau mikir itu sepertinya.

Jangankan rumah sakit, tenaga medis kususnya dokter di Puskemas pun Pemda Kulon progo tidak sanggup menekan untuk tinggal di rumah dinas dokter di masing-masing Puskesmas.

Jadi menurut saya komitmen Pemkab Kulon Progo terhadap tenaga medis kususnya dokter itu sebaiknya segera diperbaiki.

Karena saat ini Puskesmas – Puskesmas sudah bagus dan memadai tapi kurang di dukung perangkat medis khususnya dokter.

Kalau perlu ditingkatkan alatnya, dipaksa dokternya untuk tinggal, dan ada pelayanan benar-benar cepat. Karena Puskesmas itu menjadi rujukan.

Bahkan Puskesmas itu menjadi pertolongan awal, sebelum mendapat rujukan harus kemana.

Maka nasib korban, pasien atau warga yang sedang tidak sehat awalnya memang harus ada di Puskemas, dianosa awal itu akan membuat nasib kita ke depan seperti apa? Kemana. ke dokter siapa ? Dan sebagainya.

BACA JUGA  Malam Ini Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer ke Arah Kali Sat dan Kali Putih

Penulis : Agus Sujarwo

Pemerhati Kesehatan / Sosial

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *