Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah nasabah BUKP Panjatan Kulon Progo mengaku kesulitan menarik dana mereka sejak akhir tahun 2025. Ada apa ?
Mereka mengaku ketika mengajukan pencairan kepada petugas di BUKP Panjatan ada saja alasannya. Yang paling banyak mereka mendapat jawaban, tidak ada dana dalam kas.
“Lho rak aneh niki. Lha uang kami dikemanakan ? Awalnya saya tidak curiga, karena selama ini selalu dapat duit ketika mau mencairkan. Meski harus reques dulu minimal sepekan sebelumnya,” ujar Bekti warga Sidorejo, Glagah, Kulon Progo, salah satu nasabah BUKP Panjatan.
Ia memiliki mengaku memiliki firasat kurang baik terhadap dana simpanannya ini. Ia mengaku simpanannya sebesar Rp 375 juta, dalam bentuk tabungan dan deposito. Selama ini ia juga mengaku bisa mencairkan sedikit demi sedikit, antara Rp 10 sampai Rp 20 Juta.
Sehingga ketika ada hebih nasabah korban BUKP Galur dan Wates ia tidak percaya nasib naas ini menimpa dirinya, saudaranya atau tetangganya.
Tetapi nyatanya sejak Desember 2025 lalu sampai saat ini pencairan mulai sulit dengan alasan tidak ada lagi kas di BUKP Panjatan Kulon Progo.
Sementara Puji Waluyo, warga Sidorejo, Glagah, Temon, Kulon Progo mengatakan awalnya ia menyimpan dana se besar Rp 150 juta di BUKP Panjatan.
Selama ini ia juga merasa aman-aman saja menyimpan dana di lembaga keuangan milik Pemda Provinsi DIY tersebut.
Tetapi tiba-tiba ia tidak bisa mencairkan simpanannya tersebut sejak bulan Januari 2026 lalu, dengan dalih tidak ada dana di BUKP Panjatan.
Cerita dua nasabah tersebut akhirnya menggugah emosi sejumlah nasabah BUKP Panjatan lain lalu mereka menggalan komunikasi antara nasabah, dan mereka bertemu di sebuah warung di Wates, Kulon Progo.
Pertemuan mereka juga melibatkan beberapa pengacara ( lowyer ) untuk menindaklanjuti masalah mereka ini. Dalam pertemuan tersebut sejumlah masalah yang menimpa banyak nasabah di BUKP Panjatan muncul deras.
“Kondisinya sekarang ini kami bingung, mereka mau mengadu kepada siapa. Kepada Pemda DIY sudah saya lakukan, kepada aparat penegak hukum tidak segera direspon, “ ujar Tatik Sutanti warga Panjatan Kulon Progo, salah satu nasabah BUKP Panjatan.
Ia mengatakan, jumlah tabungannya di BUKP Panjatan Rp 400 juta, dan kini entah harus dengan cara apa untuk bisa menariknya.
“Karena memang kondisi BUKP Wates tidak ada dana yang bisa digunakan untuk membayar nasabah, nggak tahu kenapa. Lha duit kami itu dimakan siapa?” tegasnya.
Maka dari itu kami ingin memintra bantuan teman-teman pengacara untuk mengurus seluruh dana simpanan nasabah BUKP Panjatan tersebut, lanjutnya.
Dari sejumlah nasabah BUKP Panjatan yang hadir saat itu, ada satu keluarga yang memiliki simpanan mencapai Rp 2 miliar rupiah.
Liputan : Suyono Sugondo




Ya Alloh ada yg nyimpan 2 milyar.
Ngeri sekali.
Halo pejabat terkait. …kok diam saja
Wisss.. BUKP ora iso dipercaya blass …. Yg punya simpanan di BUKP baik tabungan maupun deposito silahkan di cek.. aman gax
Wisss.. BUKP ora iso dipercaya blass …. Yg punya simpanan di BUKP baik tabungan maupun deposito silahkan di cek.. aman gax