Teguh Wibowo Korban BUKP Wates: Sultan Uang Itu Saya Kumpulkan Sedikit Demi Sedikit, Kenapa Ditilep Habis !

“Ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemda DIY, tidak bisa diam leha-leha, ini rakyat DIY yang ditipu oleh aparatur Pemda DIY, dos pundi Sri Sultan? Uang itu saya kumpukan sedikit demi sedikit, saya tabung, kenapa ditlep habis, tanpa sisa?” ujar Teguh Wibowo nasabah BUKP Wates.(foto/dok)

Kulon Progo, Prolliman News – Sejumlah nasabah korban BUKP Wates, Kulon Progo, mengirimkan cerita nestapanya menabung dan memiliki deposito di BUKP Wates.

Kehidupan mereka bubrah, usaha kacau dan keluarga mereka akhirnya korat-karit karena uang ratusan juta yang mereka simpan di sana hilang entah kemana.

Mereka meminta pelaku penggelapan uang nasabah dijerat pasal paling berat dan Pemda DIY selaku pemilik BUKP Wates tidak boleh lepas tangan.

“Ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemda DIY, tidak bisa diam leha-leha, ini rakyat DIY yang ditipu oleh aparatur Pemda DIY, dos pundi Sri Sultan? Uang itu saya kumpukan sedikit demi sedikit, saya tabung, kenapa ditlep habis, tanpa sisa?” ujar Teguh Wibowo nasabah BUKP Wates.

Begini tulisan Teguh Wibowo yang dikirm kepada prolimannews.id, siang ini:

Saya Teguh Wibowo,  warga Dusun 6 Pleret Panjatan Wates Kulon Progo. Saya nasabah BUKP Wates dari tahun 2022. Saya menabung dan memiliki deposito di BUKP Wates.

Simpanan saya itu untuk modal usaha. Sehingga awalnya, harapan saya dana saya tersebut bisa sewaktu-waktu saya ambil untuk modal kerja.

Saya pedagang dip Pasar Bendungan Wates, Kulon Progo. Tetapi saya kaget, dan gelisah, karena bulan April 2024 deposito saya yang sudah jatuh tempo dan mau saya ambil untuk modal lebaran tidak bisa.

Waduh, kenapa ini, saya terus bertanya ke BUKP Wates tetapi tidak ada jawaban. Dan yang menyedihkan di BUKP Wates tidak ada duit.

BACA JUGA  Muhatrom Asrori: Gaji P3K Paruh Waktu di Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo di Bawah UMK/UMP

 Saya disuruh antri dulu beberapa hari untuk pencairan tersebut,. Singkat cerita hari berikutnya saya kesana lagi tapi tetep belum bisa cair.

Hingga saya harus bolak balik ke BUKP Wates untuk meminta pencairan tetapi tetap nihil tidak ada uang. Padahal uang itu mau saya gunakan untuk modal jualan di Lebaran 2024

Saya selalu adu mulut dengan petugas BUKP Wates. Kenapa kok uang saya tidak  bisa cair. Saya marah betul disana. Yang mestinya saya siap modal untuk jualan besar Lebaran 2024 tetapi kali ini saya seperti munyul ompong. Tidak punya daya !

Uang untuk modal Lebaran yang seharusnya bisa saya gunakan untuk modal tidak bisa cair.

Tahukan rasanya sepertiapa.Marah  jengkel sampai – sampai petugas BUKP Wates  tak ancam mau tak laporkan polisi.

Seminggu sebelum lebaran saya datang lagi ke BUKP Wates untuk ambil uang, dan ternyata uang tidak cair sama sekali. Saya sampai benar-benar marah.

Uang untuk modal tidak bisa dicairkan sama sekali, sepersepun tidak ada, padahal uang itu satu- satunya jangan ( simpanan ) modal Lebaran.

Saya lemes, seharusnya saya sudah kulaan (belanja) karena uang tidak bisa cair saya belum punya stock barang untuk jualan Lebaran.

Ini terjadi beberapa hari sebelum Lebaran. Saya pulang dengan hati kecewa. Uang yang seharusnya sudah di tangan ternyata tidak bisa cair.

BACA JUGA  Anggun Tyas Sopir Bank Jateng yang Melarikan Uang Rp10 Miliar Ternyata Berasal dari Kulon Progo

Terus saya berembuk dengan istri saya kalo uang di BUKP Wates  ndak cair kita ndak bisa ulaan. Terus saya nekat cari pinjaman kesana kemari, tapi hasilnya nihil.

Saya lalu mengajukan pinjaman di BRI Panjatan untuk modal usaha Lebaran

Saya kembali ke BUKP Wates lagi lebaran kurang 4 hari tetapi tetap nihil, uang tetap tidak cair. Dalam hati saya, mau ambil uang sendiri kok seperti pengemis begini ya. Ini bakal nemuim lelakon seperti apa ya.

Itu simpanan saya, uang ang yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit dengan jerih payah berjualan dipasar kok malah tidak bisa cair. Sungguk kejam pegawai BUKP Wates.

Saya mulai berfikir buruk, mungkinkan uang saya dikorupsi pegawai BUKP Wates. Atau disetor ke Pemda DIY lalu lenyap, atau bagaimana ini.

Pusing saya. Hingga akhirnya saya dihubungi wartawan prolimannews.id, dan viral berita hilangnya rtabungan dan deposito BUKP Wates dan Galur.

Saya harus mengadu kepada siapa ? Kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X, atau kepada Allah Yang Maha Mencipta ? Tidak mungkin Sri Sultan HB X membiarkan rakyatnya ditipu aparaturnya, pikir saya.

Tetapi faktanya, tidak ada seorang aparatur Pemda DIY pun yang ngaruhke penderitaan saya dan kawan – kawan. Keadilan dan kerakyatan macam apa ini ?

“Sri Sultan, ini uang saya kumpulkan sedikit demi sedikit, saya tabung untuk kehidupan keluarga, isti dan anak – anak saya. Kenapa ditilep habis, total. Dosa apa saya,”

BACA JUGA  Bupati dan Sekda Kabupaten Cilacap Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi oleh KPK Usai Kena OTT

Saya pikir mulai gila saya ini karena tujuh bulan ini dari bangun tidur hingga mau tidur kepikiran uang saya di BUKP Wates.

Saya bukan kredit lho di BUKP Wates, tetapi menabung dan memiliki deposito, sehingga aneh dan baru kali ini terjadi menabung di lembaga milik pemerintah kapusan ! Subhanallah, semoga Allah menurunkan keadilanNya !

Salam : Teguh Wibowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar