Kulon Progo, Proliman News – Pidato Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko di Rapat Paripurna Hari Jadi Kulon Progo ke-73 menyulut kedongkolan mendalam.
Ini yang dirasakan Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Kiai Suharto ketika ditemui di kantornya Selasa (20/1/2026) siang tadi.
Politisi PKB ini menyatakan bahwa pihaknya tidak anti kritik apalagi jika memang ada hal tidak tepat atau kurang pas yang terjadi di kalangan anggota DPRD Kulon Progo.
Tetapi dalam hal pidato Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko pada Rapat Paripurna Hari jadi DPRD ke-73 yang menyebut bahwa anggota DPRD Kulon Progo tidak disiplin, ada yang janggal rupanya.
“Bisa ditunjukkan, mana yang tidak disiplin? Atau anda sedang melihat apa lalu menyimpulkan anggota DPRD Kulon Progo tidak disiplin?” kata Kiai Suharto bernada tanya.
Ia menjelaskan, Rapat Paripurna undangan jam 09.30 WIB, jam itu semua anggota DPRD sudah berada di ruang fraksinya masing-masing menunggu kesiapan sekretariat DPRD Kulon Progo.
“Kerja kita seperti itu. Sebelum masuh sidang paripurna atau apapun masuk dulu ke ruang fraksi, segala pembekalan ada di sana oleh partai masing-masing. Saya tahu, Wabup Kulon Progo juga masuk ruang sidang paripurna belakangan, duluan kami masuknya. Jadi yang mana yang dianggap tidak disiplin,” katanya.
Kiai Suharto mengatakan, pihaknya tidak anti kritik, tetapi pidato Wakil Bupati Kulon Progo dalam Rapat Paripurna Hari Jadi DPRD Kulon Progo ke-73 sebagai ulah tidak tepat dan tidak pada tempatnya.
“Sekali lagi apa yang ia sampaikan tidak tepat, dan kritik yang disampaikan Wakil Bupati Ambar Purwoko tidak pas bukan pada tempatnya,” ujarnya.
Kiai Suharto menandaskan, sebagai Wakil Ketua DPRD Kulon progo dirinya ini unsur pimpinan maka menanggapi pidato aneh ini akan tetap menggunakan bahasa yang halus.
“Karena saya ini unsur pimpinan, maka saya tidak akan menggunakan bahasa trunyak-trunyuk atau nglamak, tetapi bahasa saya itu tidak tepat dan tidak pada tempatnya,” katanya.
Kiai Suharto dalam onrolannya dengan prolimannews.id menyampaikan tahu dan melihat berbagai ulah Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, yang sering membuat dongkol.
Namun ia tidak mau menyebut apa saja ulah Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko yang telah membuatnya mangkel berat. Karena tidak ingin atraktif maka ia lebih mengedepankan dialog, jika bersedia.
Sebagai menutup kedongkolannya, Kiai Suharto menyampaikan saran.
“Saran saya, kita ini sudah dewasa semua, karena ada juga yang lebih sepuh diantara kita (dalam Rapat Paripurna kemarin, red) seperti Romo Widiyanto beliau juga pernah ngasto Kepala Desa dan ngasto di Dinas Pendidikan sehingga adab menyampaikan pendapat juga harus memperhatikan susana dan situasi. Walaupun mingkin Pak Wabub hanya bercanda tetapi tetep saja bagi saya itu kurang pas,” katanya.
Liputan : Suyono Sugondo



