Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah tokoh masyarakat Kulon Progo buka suara terkait gagasan Calon Wali Kota (Cawalkot) Yogyakarta dari PDIP, Hasto Wardoyo, yang bakal mengirim sampah ke Kulon Progo jika terpilih nanti.
Diketahui ide pengiriman sampah dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo itu dilakukan guna mengatasi problem sampah yang beberapa tahun ini terus melanda Kota Yogyakarta.
Gagasan tersebut dikeluarkan sebagai salah satu bentuk kampanye Hasto Wardoyo jelang Pemilihan Walikota Yogyakarta 2024.
Lokasi yang dipilih untuk penampungan dan pengolahan sampak tersebut yakni pinggiran Sungai Progo, tepatnya di Dusun Nglatiyan 1, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
“Ini apa-apaan sih Hasto Wardoyo ? Wehh, ini ide panas ini, ini memancing perang tahu nggak ? “ ujar Ketua Jaringan Masyarakat Kulon Progo (JMKP), Rusmiyatun, Sabtu (5/10/2024) kepada pers.
Rusmiyatun menyatakan, Kulon Progo sendiri punya problem sampah yang belum ketemu solusinya, kenapa ditambah masalah yang lebih rumit.
“Kenapa malah ditambah lagi dengan masalah baru mengirim sampah dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo. Ini nambah masalah bapaaak? Heran dech sama dokter Hasto Wardoyo,” seloroh Rusmiyatun.
Ia meminta Hasto Wardoyo yang juga mantan bupati Kulon Progi dua periode itu berpikir ulang soal gagasan membawa sampah dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo.
“Jangan emosional begitulah. Kita tahu Hasto Wardoyo sedang dilanda migren politik, tapi jangan juga masyarakat Kulon Progo dikorbankan,” tambah Rusmiyatun.
Karena mengangkut dan menampung sampah dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo itu bukan perkara sederhana. Bakal menimbulkan banyak masalah.
“Kalau sudah kejadian, kebijakan diketok. Waduh, masalahnya bejibun bapak. Masalahnya rumit, tidak sepraktis apa yang dipikirkan Hasto Wadoyo. Ini bukan perkara membawa paket toko on line ke pelanggan bapak,” tegasnya.
Nanti kalau sudah kejadian, efeknya bak benang kusut. Mengurainya tidak semudah membalik telapak tangan lanjut Rusmiyatun.
“Apalagi sampah dari kota yang pasti jelas beragam jenis dan bentuknya sampah, pasti limbah yang luar biasa. Kalaupun bakal diolah tentu juga harus ada pemilahan sampah juga. Ini butuh waktu dan proses lama, nah selama belum diolah kira-kira jadi masalah tidak ? “ ungkapnya geram.
Dampak dari pengiriman sampah dari luar Kota Yogyakarta ke Kulon Progo menurutnya helas dan pasti berdampak konflik sosial, konflik macam-macam, di sekitar lingkungan sekitar pembuangan sampah.
“Idenya sungguh memprihatinkan, dan ini perlu disikapi. Karena sampah sumber penyakit, ungkapnya sembari memaparkan berbagai resiko yang bakal muncul hika gagasan itu direalisasikan.
Yang paling menakutkan bagi JMKP adalah akan terjadi pro dan kontra, akan menjadi huru hara sosial yang berkepanjangan sebagai korban sahwat politik Pilkada 2024.
“Masyarakat Kulon Progo harus buka suara. Jangan jadi korban politik sesaat. Yang pasti jika ide ini direalisasikan, pro kontra tidak bisa dihindari. Yang menakutkan dampak sosial yang lebih luas antara masyarakat Kota dan Kulon Progo, ini bahaya,” tegasnya.
Belum lagi dampak ke lingkungan sekitar, pencemaran air sungai sementara air sungai jadi sumber air bagi PDAM Kulon Progo di Intage Sapon.
“Lalu air yang tercemar limbah saampah juga akan mengalir sampai ke muara, airnya masuk ke pemukiman warga di sisi selatan Galur dan seterusnya. Nggak terbayang dech apa yang bakal terjadi,” tambahnya.
Liputan : Suyono Sugondo



