Bank Indonesia Purwokerto dan Pemda Kabupaten Banyumas Bikin Demplot Kampung Sadar Inflasi

Banyumas, Proliman  News – Salah satu pendorong inflasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah akibat pasokan bahan pangan yang tidak stabil.

Guna mengendalikan inflasi, Pj Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meluncurkan “Kampung Sadar Inflasi”.

Salah satunya dengan gerakan memanfaatkan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan pengendali inflasi.

Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, dipilih menjadi demplot program Kampung Sadar Inflasi, dengan harapan agar masyarakat ikut berperan serta mengendalikan laju inflasi daerah.

 Pj Bupati Hanung mengatakan Kampung Sadar Inflasi diluncurkan untuk memastikan bahwa ketersediaan, distribusi, dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat terjamin.

“Kita memastikan bahwa sampai prognosa di bulan April, ketersediaan kebutuhan pokok bahan pangan kita surplus. Jadi dari ketersediaan tidak ada yang kurang, termasuk jagung, kedelai, baik itu yang ada di Bulog maupun pasar termasuk yang masih di petani itu Insya Allah mencukupi,” katanya.

Ia berharap Kabupaten Banyumas, dapat segera mewujudkan swasembada berbagai komoditas pangan sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.

Meski diakui tidak semua kebutuhan pangan masyarakat, bisa terpenuhi dari Kabupaten Banyumas.

“Komoditas pangan yang hingga saat ini belum bisa dipenuhi oleh petani di Banyumas, salah satunya kedelai,” ujarnya.

 Saat ini di Banyumas tidak ada produksi kedelai, sedangkan kebutuhannya rata-rata 1.966 ton per bulan.

BACA JUGA  Endang Zulywanti: Pemerikasaan Terhadap Beras Premium di Berbagai Swalayan Bukan Wewenang Kami

Termasuk komoditi Tomat yang ternyata produksi lokal hanya mencapai 102 ton, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 132,8 ton.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), program Kampung Sadar Inflasi diharapkan masyarakat bisa menanam komoditas beberapa jenis komoditi pangan tersebut.

Sehingga tiga bulan ke depan kebutuhan terpenuhi dan turut serta mengendalikan inflasi daerah.

Selain kedelai dan tomat, komoditas pangan lain yang berusaha dipenuhi melalui program ini yakni cabai.

Kepala KPw BI Purwokerto Christoveny mengatakan peluncuran Kampung Sadar Inflasi atau Kadarsi tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi dari TPID Kabupaten Banyumas.

Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan karena masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dari lingkungannya sendiri. Efeknya inflasi dapat lebih terkendali.

“Pengembangan Kampung Sadar inflasi ini sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP, di mana salah satu program unggulannya dalam menciptakan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Dete Baeni

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *