Bandung, Proliman News – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat mata seluruh rakyat Indonesia tersekesima.
Dalam kotbah Sholat Idhul Fitri 1446 Hijriyah, di halaman Gedung Sate (Gasibu) Bandung, Dedi Mulyani beberapa kali menangis saat menyebut masih banyaknya rakyat miskin.
Rakyat korban banjir yang belum tertangani, banyak anak-anak tidak bisa sekolah karena miskin, ibu melahirkan bayinya di sandra rumah sakit karena tidak mampu bayar biaya rumah sakit.
Dan tragisnya, masih ada orang meninggal ditahan rumah sakit tidak boleh dibawa pulang karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit atau nunggak BPJS.
“Maka saya mengajak, kepada para penyelengara negara di Pemprov Jabar, mari merendahkan spiritual kita untuk sadar bahwa ke – isalam kita bukan diukur oleh berapa banyak kita naik haji atau umroh, tetapi seberapa rakyat riang karena bisa makan, jalan bagus, bisa bayar sekolah dan cukup sandang pangan, “ katanya.
Bagian penting yang membuat jamaah menangis adalah, saat Dedi Mulyani berkutbah tentang di masa Rassullah rakyatnya tidak diwajibkan membayar pajak, melainkan hanya membayar zakat.
Karena pada saat itu zakat memiliki fungsi keadilan yang dikelola oleh Baitul Mal, tetapaiu cukup. Sedangkan di Indonesia saat ini, banyak pungutan untuk membangun keadilan, yakni zakat yang kemudian dikelola oleh Baznas, pajak atau pungutan lain sedangan negara melalui APBN, dan masih ada pungutan lain seperti infak dan sodakoh.
Banyak pungutan yang diklaim untuk memenuhi rasa keadilan rakyat namun pada kenyataannya keadilan itu belum dirasakan masyarakat, karena masih banyak rakyat miskin. Anak-anak tidak mampu bayar sekolah, tidak mampu beli sepatu, dan lain sebagainmya.
“Alangkah malunya kita di hadapan Allah, di negeri yang beriman dan beramal saleh ini ketika punggutan negara ada pungutan zakat ada tetapi rasa adil belum terwujud berarti kita sebagai penyelenggara negara belum bisa memaknai dan memahami Islam secara paripurna,” ujarnya.
Kang Dedi telah memberikan khutbah Idhul Fitri yang luar biasa di Gasibu Bandung, dalam momen ini.
Kang Dedi telah menyampaikan banyak hal dengan bahasa yang sangat menyentuh, bahasa hati dan rasio, sampai-sampai Kang Dedi dan ribuan jamaah lainnya pecah berurai air mata.
Dalam kesempatan itu Kang Dedi berkali-kali menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Jabar karena masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk rakyat.
Ia mengajak seluruh jajaran di Pemprov Jabar untuk berusaha sekuat tenaga meniru kepemimpinan Rasulullah.
Kita tahu saking sayangnya Kang Dedi pada rakyat, demi rakyat ia rela memangkas anggaran besar-besaran agar bisa memberikan yang terbaik dan semaksimal mungkin untuk rakyat.
Dan dalam khutbah ini juga Kang Dedi telah dengan tegas meminta kepada seluruh pemimpin dan pejabat agar sadar dan mencintai rakyat dengan setulus hati.
Yang paling banyak disoroti netizen adalah, Kang Dedi berkutbah tanpa teks bahkan berbicara sambil pejamkan mata itu artinya keluar dari isi hati yang paling dalam.
“Mana nih yang paling Islam,” tulis betizen dalam sebuah unggahannya.
Liputan: Suyono Sugondo



