Menampik Isu Ambyarnya Koalisi Tujuh Partai, Ketua DPC PKB Shihabudin: Komunikasi Masih Berjalan Baik

Ketua DPC PKB Kulon Progo Kiai Shihabudin menampik isu ambyarnya koalisi besar tujuh partai (Gerindra, PAN, PKB, PPP, PKS, Golkar dan NasDem) meski Pilkada Kulon Progo 2024 makin dekat.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Ketua DPC PKB Kulon Progo Kiai Shihabudin menampik isu ambyarnya koalisi besar tujuh partai (Gerindra, PAN, PKB, PPP, PKS, Golkar dan NasDem) meski  Pilkada Kulon Progo 2024 makin dekat.

“Komunikasi masih tetap jalan. Dengan teman teman partai tetap komunikasi. Terakhir seminggu yang lalu kita juga ketemu sama Golkar sama PAN,” ujarnya menegaskan.

Kiai Shihabudin menambahkan, dengan PKS dan Gerindra juga masih ada komunikasi. Meski beberapa partai memang melakukan upaya penguatan untuk kandidat tertentu yang mendaftar di sana.

“Di Gerindra kan ada dua figur yang menguat. Antara Akhmad Basuki sama Pak Marija, ya itu nanti tinggal siapa yang dapat direkom, “ tambahnya.

Kita tahu bahwa Akhmad Basuki dan Marija juga mendaftar di mendaftar di PKB dan di partai lain.

Akhmad Basuki terproses mendaftar di PKB, Golkar, PAN, Gerindra, PKS  dan PPP. Sedang Marija juga mendaftar di Golkar dan Gerindra.

Karena Akhmad Basuki mendaftar di PKB, Golkar, PAN, PKS, Gerinda dan juga PPP, seandanya Gerindra turunnya rekomendasi atau surat keputusan kepada Marija, lalu bagaimana sikap PKB dan Golkar, PAN,PPP, PKS dan NasDem, Pak Kiai ?

“Tetap kita lihat potensinya. Lihat potensi ke depannya, survei dan lain sebagainya,” katanya.

Kiai Shihabudin mengatakan, bahwa dalam kesepakatan koalisi besar itu pasangan calon dibicarakan bersama. Sehingga pasangan calon yang akan diusung dibicarakan bersama dalamkoalisi besar tersebut.

BACA JUGA  Dugaan 'Apartemen' di Lapas Cibinong, Yusril Tegaskan Tak Akan Toleransi Pelanggaran  

“Kemarin kan ke dalam kesepakatan kesepakatan itu kan nanti calon kita bicarakan bersama seperti itu. Jadi ya mestinya semuanya nanti kita bicarakan bersama,” ujarnya menambahkan.

Sehingga menurutnya, keputusan pasangan calon tidak mungkin dipaksakan oleh salah satu partai tertentu tanpa melibatkan kesepakatan partai anggota koalisi besar.

“Ya nanti dibicarakan bersama – sama dengan teman teman teman, teman koalisi maksudnya,” tandasnya.

Kalau salah satu partai memaksakan harusmengusung pasangan calon atau nama calon tertentu, maka kemungkinan partai lain ada yang tidak sepakat.

“Ya itu bisa saja begitu. Tetapi kan belum sampai ke sana, jatuhnya rekomendasi kepada siapa. Di Gerindra, rekomendasi jatuh kepada Akhmad Basuki atau Marija, kan belum. Nanti dibahas, bersama,”katanya.

Sehingga menurut Kiai Shihabudin, semua anggota koalisi besar ini masih berpedoman pada kalusul klausul terkait calon pasangan calon nanti dibicarakan bersama sama antara partai koalisi.

“Kita masih berpegang ke situ. Baik Itu untuk menentukan baik KP satu maupun KP 2,” ungkapnya ketika dihubungi per telpon oleh reposter Hari Sutanto.

Jadi menurut Kiai Shihabudin, mestinya nanti siapapun yang direkomendasi untuk ditetapkan menjadi pasangan calon harus melaluimusyawarah meminta pertimbangan dari seluruh anggota koalisi.

“Harus ada pertimbangan dari teman -teman semua teman teman di partai koalisi seperti. Gitu kalau untuk kesepakatannya,” paparnya.

Beda cerita kalau kemudian ada anggota koalisi yang menetapkan calon tanpa melalui pertimbangan semua anggota koalaisi, atau dalammusyawarah kemudian tidakmencapai kata sepakat.

BACA JUGA  Dukungan Kader PPP untuk Akhmad Basuki Tak Terbendung Ratusan Kader Teriakkan Yel-yel For AB Yes !

Maka berbagai kemungkinan bisa terjadi memang. Namun sejauh ini koridornya masih kepada kesepakatan koalisi bahwa dalam menentukan calon berdasarkan kesepakatan semua anggota koalisi.

Sehingga rumor ambyarnya koalisi besar menurutnya hanya analisa – analisa karena mendengar berbagai informasi yang beredar di luaran.

Karena faktanya semua partai anggota koalisi masih saling berkomunikasi, dan melakaukan pertemuan-pertemuan.

“Masih begitu. Kalau yang jadi bahan gosip itu Akhmad Basuki dan Marija, kan dua kandidat yang diajukan Gerindra ke DPP juga sama diajukan PKB, selain dua nama itu kita juga mengajukan semuanya kandidat lain yang mendaftar. Kita tunggu saja siapa yang mendapat rekomendasi dan bagaimana kesepakatan koalisi.” kata Kiai Shihabudin.

Liputan : Hari Sutanto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *