Sampailah Kita Pada Era Musnahnya Becak Motor dari Jalanan Yogyakarta, Ini Eranya Becak Listrik !

Eranya sudah sampai. Abadnya sudah tiba. Dan zamannya memang harus begitu. Era listrik.(foto/ist)

Dunia terus berputar. Kehidupan terus berlangsung. Tahun berganti tahun, abad berganti abad. Semua ada masanya.

Saya mengira hanya di Jepang terjadi penghancuran mobil atau motor tua.

Ternyata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga bakal ada pemandangan mengharukan, penghancuran becak motor atau betor.

Selain dianggap tidak ramah lingkungan, tidak efisien dan ketinggalan zaman, becak motor juga dianggap harus menyudahi eranya.

Karena sudah sampai waktunya, suasana dan pemandangan di jalanan Kota Yogyakarta harus berganti.

Eranya sudah sampai. Abadnya sudah tiba. Dan zamannya memang harus begitu. Era listrik.

Maka, dikumandangkanlah pergantian era itu oleh Pemda DIY dengan judul Pemda DIY makin serius menata transportasi kota.

Ini ditandai dengan diterimanya 50 unit becak listrik senilai hampir Rp1 miliar resmi dari PT KAI sebagai solusi pengganti becak motor (bentor) yang selama ini dinilai bikin lalu lintas makin padat.

Yang menarik, Gubernur DIY Sri Sultan HB X tidak hanya menerima secara simbolis. Beliau bersama Dirut KAI bahkan langsung menjajal becak listrik dengan berkeliling di Kompleks Kepatihan.

“Bentor diserahkan, lalu dimusnahkan. Ini skema transisi yang tegas agar jalanan lebih tertib dan nyaman,” tegas Sri Sultan.

Diserahkan Pemda DIY maksudnya. Tentu diserahkan bukan digaruk atau dirazia seperti lazimnya pembersihan yang terjadi di era-era lalu.

Sultan juga mengingatkan Becak listrik tidak boleh mangkrak. Harus ada bengkel, perawatan, dan dukungan teknis agar armada ini benar-benar bermanfaat jangka panjang.

BACA JUGA  Fajar Gegana Dorong Aktualisasi Marhaenisme, GPM Kulonprogo Siap Kawal Nasib Karyawan PT SAK

Karena Becak Listrik selain ramah lingkungan, juga diharapkan lebih nyaman bagi wisatawan.

Becak Listrik lebih ringan bagi pengayuh, tetap menjaga ciri khas Yogyakarta, mengurangi polusi & emisi karbon.

Sampai-sampai seorang tukang becak diminta menjajal Becak Listrik dan mengatakan bahwa produk ini lebih ringan dan modern.

“Lebih enak, lebih ringan dari becak gowes. Fitur juga sudah modern,” katanya.

Dengan langkah ini, Yogyakarta digadang-gadang jadi pelopor transportasi wisata ramah lingkungan di Indonesia.

Sebuah unggahan di media sosial menuliskan sebuah pertanyaan, menurutmu, apakah becak listrik ini solusi terbaik untuk Yogyakarta ?

Penulis : Suyono Sugondo

Pemimpin Redaksi Proliman News

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *