Sejumlah Kampus Akhirnya Gratiskan Biaya Kuliah bagi Korban Banjir Sumatera dan Aceh, Suwun Sri Sultan !

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X langsung memerintahkan kampus-kampus di Yogyakarta untuk gratiskan biaya pendidikan mahasiswa terdampak banjir Sumatera dan Aceh.(foto/ist)

Bencana banjir melumpuhkan seluruh sendi-sendi kehidupan sebagian wilayah Sumatera dan Aceh.

Bukan hanya harta benda yang hilang seketika, tetapi juga ribuan nyawa. Kehidupan selanjutnya tentu berat bagi saudara-saudara kita.

Jangankan untuk makan layak, hidup layak, mereka tentu memulai hidup dari nol dengan sebuah keputusasaan.

Ini pula yang nyaris memutus harapan ratusan bahkan ribuan mahasiswa perantauan asal Sumetara dan Aceh di yogyakarta.

Merespons situasi genting ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X langsung memerintahkan kampus-kampus di Yogyakarta untuk gratiskan biaya pendidikan mahasiswa terdampak banjir Sumatera dan Aceh.

“Jangan sampai ada mahasiswa di Yogyakarta yang putus kuliah hanya karena orang tua dan keluarganya di kampung sedang terkena musibah,” perintahnya tegas.

Perintah ini membuat siapapun pasti tertunduk dan menitikkan air mata. Karena biaya kuliah di Yogyakarta kini tidak lagi murah.

Bagi Sri Sultan, ini soal merawat tradisi kemanusiaan Yogyakarta, bukan sekadar bantuan insidental berupa beberapa box mie instan atau pakaian pantas pakai.

Perintah Sri Sultan ini rupanya dicerna betul oleh beberapa pimpinan kampus di Yogyakarta, meski tidak semua.

Karena sejatinya perintah ini adalah pidato kebudayaan yang panjang tentang humanisnya dunia kampus, dan betapa lembutnya nurani para pemimpin kampus.

Lagi-lagi kami menitikkan air mata, karena ada kampus-kampus yang merespon cepat perintah Sri Sultan tersebut dengan gayanya masing-masing.

BACA JUGA  Musda Partai Golkar Kulon Progo 22 November 2025, Menakar Kedewasaan Para Politisi Beringin

Kampus-kampus di Yogyakarta langsung bergerak cepat tanpa banyak birokrasi. Diantaranya Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas-universitas lainnya di Yogyakarta juga turut serentak mendukung perintah Sri Sultan.

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, memastikan jika kondisi ekonomi keluarga mahasiswa hancur total, rumah lenyap atau lahan tani perkebunan rusak parah, pihaknya siap menggratiskan biaya kuliah hingga wisuda.

UII setali tiga uang, bagi mahasiswa kategori dampak “sangat berat”, tidak hanya SPP digratiskan tetapi sampai lulus.

Eloknya UII juga memberikan biaya hidup selama kuliah di Yogyakarta setiap bulannya. Kemudian diikuti kampus-kampus lain yang secara serempak ikut berpartisipasi dalam kepedulian korban terdampak.

Tetapi ingat kawan (kecuali UII) gratis biaya kuliah mungkin bisa cepat dilakukan, tetapi biaya hidup selama merantau di Yogyakarta butuh solusi.

Kami berfikir, bagaima kalau perintah Sri Sultan ini juga dimasak oleh semua komponen di Yogyakarta.

Bisakah Pemda Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul memberi lahan penghasilan mahasiswa perantau korban banjir Sumatera dan Aceh?

Ada banyak cara. Bisa secara individu atau kelompok. Bisa magang, bisa usaha, bisa apa saja ! Yang penting ada uang untuk mereka hidup di Yogyakarta.

Atau para pengusaha di Yogyakarta mempekerjakan mereka dalam paroh waktu seperti di berberapa negara tetangga. Atau silahkan beride lain, menyambut gagasan Sri Sultan HB X ini.

BACA JUGA  BGN Tegaskan Seluruh Jajaran SPPG Jaga Etika dan Empati Buntut Kasus Ejekan Korban Keracunan MBG

Penulis : Suyono Sugondo

Pemimpin Redaksi Proliman News

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *