Kulon Progo, Proliman News – Akhmad Basuki, Bakal Calon Bupati Kulon Progo 2024 punya ritual unik yang ia lakukan hampir 14 tahun terakhir.Yakni melepasliarkan ratusan burung perkutut di Kawasan Wisata Alam OnoKaline, bantaran Kali Tinalah, Kalibawang.
“Ini kami lakukan minimal setahun sekali. Kami lepas liarkan antara 50 hingga seratus ekor burung perkutut, di kawasan ini,” katanya ketika ditemui di areal Camping Ground Kawasan Wisata Alam Ono Kaline, Rabu ( 26/6/2024).
Beberapa kali bahkan ia mengaku melepas liarkan burung perkutut hingga 500 ekor dalam dua tahap, yang ia beli dari penangkar atau pedagang keliling.
“Biasanya burung –burung itu kami lepas liarkan sore hari, dengan harapan tidak terbang terlalu jauh dari kawasan ini. Agar populasi burung perkutu tidak punah di kawasan ini,” tambahnya.
Ia menurutkan, tujuannya mendirikan destinasi Wisata Alam Ono Kaline memang bukan semata-mata untuk bisnis.
Tetapi juga untuk menjaga jantung dan paru-paru Kulon Progo. Agar tetap ada kawasan hijau, lestari, dan menjaga keseimbangan iklim di Kulon Progo.
“Faktanya kan banyak kawasan bantaran kali di wilayah ini diserbu penambangan besar-besaran, atau kegiatan lain yang merusak kelestarian lingkungan, “ tambahnya.
Maka Akhmad Basuki tergerak untuk menyelatkan setidaknya menjaga satu kawasan agar tetap natural, alamaiah, sebagai paru-paru dan jantungnya Kulon Progo.
Di Kawasan Wisata Alam Ano Kaline ini ia juga mengajak dan melibatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan usaha kuliner, jasa wisata, layanan camping, sekaligus menjaga kelestarian bantaran Kali Tinalah.
“Saya mengajak masyarakat sekitar, serta para pengunjung kawasan wisata ini ikut mendukung kelestarian Kali Tinalah ini sehingga kelestarian ekosistem terus terjaga sampai anak cucu nanti,” ujarnya.
Akhamd Basuki menuturkan, dirinya punya pemikiran mengembangkan wisata di bantaran Kali Tinalah sejak 14 tahun lalu.
“Empatbelas tahun lalu lahan yang kini digunakan untuk Wisata Ono Kaline masih berupa hutan belantara dan tidak terawat. Lalu ia membeli 1,2 hektare untuk dibuka menjadi Wisata Ono Kaline,” tuturnya.
Pengelolaan destinasi Wisata Ono Kaline ia serahkan sepenuhnya kepada masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat ikut handarbeni Ono Kaline sekaligus ikut menjadi pelopor kawasan lestari.
Akhmad Basuki mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus berbenah dan mendirikan berbagai infrastruktur untuk menunjang Kawasan Wisata Alam Ono Kaline.
Salah satunya dengan pembangunan jembatan baru, yang semula jembatan bambu menjadi jembatan besi yang lebih kuat agar wisatawan lebih save.
Mulai membangun gazebo-gazebo untuk pengunjung, dan rencana membangun rumah-rumah kayu untuk peristirahatan wisatawan manca negara atau dari luar kota.
Seluruhnya diserahkan kepada masyarakat sekitar pengelolaannya. Mereka berkewajiban menjamu tamu sebaik mungkin, seramah mungkin, dan ikut tetap menjadi relawan pelestarian lingkungan hijau.
“Maka selain melepasliarkan burung, ada kegiatan menanam pohon di sepanjang bantaran kali, dan aksi melepas ikan kekali,”katanya.
Wisatawan bebas masuk kawasan ini tanpa dipungut biaya. Warga mancing di kali bebas, istirahat di gazebo atau pondok-pondok bebas.
“Untuk makan minum, melakukan pertemuan komunal, atau acara lain, ada restourant yang melayani,” tambahnya.
Akhamd Basuki alumni Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang Jurusan Teknik Mesin ini mengaku, ide ini direalisasikan agar menjadi sumbangsihnya dalam menjaga paru – paru dan jantung bumi.
“Ini demi anak cucu kita di masa yang akan datang. Kasihan jika mereka kelak tidak bisa menikmati sejuknya, indahnya, eloknya alam Kulon Progo, “ pungkasnya.



