Asem Tenan, Kenapa Banyak Korban Kecelakaan Mengalami Benturan Kepala Tetapi Tidak Gegar Otak ?

Sebuah Truck Tractor Head No.Pol. B 9241 SEI terperosok kedalam jurang sedalam dua meter setelah menabrak pemotor di Jalan Kawasan Industri, Pereng, Ngentakrejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Senin (2/2/2026) siang tadi.(foto/ist)

Tania Sanders, seorang mahasiswa specialis kecelakaan asal Australia ini fasih berbahasa Indonesia. Bisa sedikit bahasa Jawa.

Tampilannya cantik, sintal, putih (jelas) tinggi rambut panjang, mancung ( pasti). Bahkan ia juga tahu beberapa istilah jorok atau tabu, dan istilah preman jalanan di Semarang, Jawa Tengah.

“Asu ik, aku ora ciblek, sukk, kekekek,” katanya ketika digoda anak-anak nongkrong.

Anak-anak nongkrong ini pun cengar-cengir, kalah satu set.

Mereka berani tampil tapi tidak berbekal ilmu, sedang Tania Sanders berani men-skak anak-anak nongkrong karena berilmu.

“Yang seperti ini ndak ada di Australia, tapi ciblek ada, kekekek,” katanya sembari tertawa lepas.

Saya kagum benar dengan banyaknya perspektif yang ia kuasai.

Ia bahkan yakin, bahwa pilihannya mendalami ilmu kecelakaan di sebuah Fakultas Kedokteran di Semarang ini tepat.

Secara budaya ia kenal banget Jawa, khususnya Semarang. Secara komunikasi lancar. Dia tahu perilaku warga ini di jalan raya. Saling sikut, saling sikat dan maunya jadi jawara diantara para pengendara, atau rakyat lainnya.

Secara bahasa Tania Sanders tidak canggung, dan dalam pergaulan ia memiliki banyak teman di sini, terutama dari alumni Fakultas Sastra Undip.

Karena dulu ia pernah belajar bahasa Indonesia di sana, saat jadi mahasiswa pertukaran pelajar.

Ia seorang dokter. Ahli kesehatan, dan kini sedang belajar tentang Ilmi Kecelakaan.

Semester ini Tania Sanders sering cerita sedang mendalami Metode SCAT (Safety Control Action Technique), teknik untuk menemukan akar penyebab terjadinya kecelakaan.

BACA JUGA  Kawal Higienitas dan Sanitasi Makanan, Pemda DIY Sidak Sejumlah SPPG Kota Yogyakarta

Sebelum nanti akan dilanjutkan untuk pendalaman tentang Analisis Kecelakaan (Accident Analysis).

Ilmu soal investigasi untuk mengevaluasi penyebab, dampak, dan pencegahan, sering dilakukan oleh ahli keselamatan, insinyur, atau forensik.

“Kenapa tertarik mengambil specialis ini? “ tanyaku.

“Karena kecelakaan itu ada di semua sektor. Di jalan ada laka lalin, di pabrik ada istilahnya sendiri, di dalam rumah tangga ada istilah dan penyebabnya sendiri. Ini ilmu kesehatan paling kompleks dan rumit. Kita juga perlu tahu perspektif budaya dan antrolopoginya,” jelasnya serius.

Saya masih heran dengan cara mikirnya Ibu Dokter cantik ini.

“Kenapa milih masuk Semarang,” tanyaku secara spesifik.

“Yang pasti kangen kamu, lah..hahahah. Itu bagian lain. Saya ada data menarik, bahwa benturan kepala dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah ini tidak membuat korban gegar otak. Wooh itu menggelitik, keren kan,” jelasnya.

“Kowe guyonn, iki jelas guyon …ra cetho kowe , iki,” kataku sambil menggebug kepalanya dengan bantal.

“Wah ora bakal gegar otak aku. Karena aku ada di Semarang,” katanya meledek.

Gojek pun berhenti sejenak karena ada tukang ronde lewat depan rumah.

“Weh serius iki bro, iki data tenan, bukan hoaks, ada korban kecelakaan terkjadi benturan kepala tetapi tidak gegar otak. Iki pejabat neh,” katanya, sangat serius.

Lalu ia memperlihatkan sebuah cerita seorang kepala daerah di wilayah ini mengalami benturan kepala saat kecelakaan. Tetapi anehnya ia tidak gegar otak.

BACA JUGA  Menghadiri Walimah Pernikahan dalam Tradisi Islam Sebenarnya Wajib Bawa Amplop atau Tidak ?

Tetapi dalam peristiwa kedua, yang juga menimpa pejabat di lokal ini, tanpa memar atau luka kepala, tetapi kakinya luka-luka, ia mengalami gegar otak.

Dari peristiwa ini Lembaga Pengamat Jalan dan Kecelakaan, sedang melakukan penelitian.

Kenapa benturan benturan kepala dalam kecelakaan lalu lintas tidak mengakibatkan gegar otak.

Lembaga ini mengumpulkan data dari berbagai jenis kecelakaan terutama yang membuat terjadinya benturan kepala dan benturan lutut.

Wah saya pusing benar ini. Dan baru tahu sekarang ini saya, kalau ada bentutan kepala tidak mengakibatkan gegar otak.

“Kok bisa begitu ya,” kataku memecah keseriusan.

“Ya, ya, saya baca begitu. Asem, yo. Mosok otak bisa pindah neng dengkul, ik, ” katanya.

“Blaik, ini benar-benar hoaks, saya sedang diprenk Tania Sanders ini. Dobol tenan kowe. Asline ki kowe ambil specialis di Semarang karena kangen saya to?. Dobol tenan !” kataku meledak seketika.

Penulis : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *