Berbagai Pihak Beri Dukungan Data Atas Tuduhan Rismon Sianipar Bahwa Ijasah Jokowi 100 Milliar Persen Palsu

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyesalkan adanya informasi yang menyesatkan yang disampaikan Rismon. (foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM San Afri Awang menyesalkan informasi sesat yang disampaikan oleh Rismon, soal tuduhan ijasah Jokowi palsu.

San Afri mengaku punya pengalaman sendiri soal penggunaan font Times New Roman di sampul skripsi.

 “Saya masih ingat waktu saya buat cover (skripsi), lari ke Prima. Di zaman itu sudah  ada tempat cetak sampul yang terkenal, Prima dan Sanur. Soal diketik pakai mesin komputer, jangan heran di sekitar UGM juga sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC. Saya sempat pakai buat mengolah data statistik,” katanya.

Meski begitu, kata San Afri, tidak semua mahasiswa Fakultas Kehutanan memilih mencetak sampul di jasa percetakan.

Ada juga mahasiswa yang memilih mencetak sampul dan lembar pengesahan menggunakan tulisan dari mesin ketik.

“Kawan saya yang secara ekonomi tidak mampu, banyak yang membuat lembar sampul dan pengesahan dengan mesin ketik,” ujarnya.

Karena itu, San Afri mengaju heran masih ada pihak yang menyerang institusi UGM dan menyebutkan bahwa ijazah dan skripsi Jokowi itu palsu.

Isu tersebut, menurut dia, semakin liar dengan ditambahkan analisis yang tidak sesuai fakta.

“Dia (Joko Widodo) lulus dari sini dan buktinya ada kok,” katanya.

Frono Jiwo, salah satu teman seangkatan Jokowi saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM mengaku prihatin dengan informasi yang beredar tentang ijazah dan skripsi palsu itu.

BACA JUGA  Warganet Tidak Setuju Ada Denda di Pihak Hogi Minaya (44), Mestinya Suami Pengejar Jambret Ini Dapat Penghargaan !

Ia bercerita dirinya merupakan teman satu angkatan dengan Jokowi yang sama-sama masuk kuliah pada 1980 dan wisuda bersama pada 1985.

 “Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” kata dia.

Soal ijazah, Frono mengaku tampilan ijazahnya sama dengan Jokowi.

Ijazahnya juga menggunakan font yang sama, ditandatangani oleh Rektor Prof. T Jacob dan Dekan Prof Soenardi Prawirohatmodjo. Hanya saja yang berbeda dari nomor kelulusan.

“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ujarnya.

Sedangkan soal skripsi, Frono bercerita seluruh mahasiswa satu angkatannya menulis skripsi menggunakan mesin ketik.

Sedangkan sampul, lembar pengesahan dan penjilidan hampir semuanya dilakukan di percetakan.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa. Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” katanya.

Tidak hanya kuliah dan lulus bersama, Frono dan Jokowi melamar pekerjaan di perusahaan yang sama di Aceh, yqitu PT Kertas Kraft Aceh (Persero).

Namun, menurut Frono, Jokowi hanya bekerja selama dua tahun saja karena sang istri, Iriana Jokowi, tidak betah tinggal di tengah area hutan pinus yang berada di wilayah sekitaran  Aceh Tengah.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono (adik ipar Jokowi) bareng-bareng masuk kerja. Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana kayaknya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah, Pak Jokowi resign dulu, tinggal saya dan almarhum Hari Mulyono,” kata Frono.

BACA JUGA  Kad (59) Digelandang ke Polres Kulon Progo Diduga Telah Melecehkan Bunga (9) Anak Angkatnya

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *