Bupati Terus Dihujani Kritik Pedas, Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin: Stop Kebijakan Emosional !

Kepada pers Kamis (19/2/2026) ia mengakui bahwa sejauh ini masyarakat masih belum dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakannya.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin akhirnya bersuara terkait setahun kinerja Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo.

Kepada pers Kamis (19/2/2026) ia mengakui bahwa sejauh ini masyarakat masih belum dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakannya.

“Masyarakat belum mendapatkan manfaat dari kebijakan strategisnya,” ujar Aris Syarifuddin ketika di minta komentarnya.

Ketika ditanya terkait kebijakan-kebijakan Bupati Kulon Progo yang terus dikritisi secara tajam masyarakat dan bahkan viral ia mengatakan, bisa memahami.

 “Saya melihat bahwa sebagai seorang pemimpin ketugasan beliau bersifat normatif, berjalan baik. Sangat responsif menanggapi masyarakat. Tetapi ya itu tadi, sejauh ini masyarakat masih belum dapat merasakan, dan mendapatkan manfaat kebijakan strategis beliau,” katanya.

Ketua DPRD Kulon Progo juga melihat bahwa sejauh ini ( satu tahun, red ) belum ada inovasi upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Belum nampak. Sektor mana yang didorong percepatannya,” katanya menegaskan.

Melihat kinerja di tahun pertama ini Pemerintahan Agung Setyawan – Ambar Purwoko perlu didorong di penguataan perencanaan keuangan serta kolaborasi terbuka legislatif dan eksekutif.

“Kami mendukung program yang baik, kami juga akan melakukan fungsi kontrol melalui kritik yang konstruktif terkait kebijakan beliau yang mungkin kadang masih ada kebijakan emosional,” paparnya.

Artinya sesuatu yang tidak perlu dirubah, sesuatu yang baik mohon dipertahankan.

“Contoh berkaitan kebijakan pemerintah yang dulu terkait ornamen geblek renteng yang menjadi satu simbol ciri khas Kulon Progo,” ujarnya.

BACA JUGA  Bambang Susilo: Untoro Wiyadi Kepala BUKP Galur Bukan Koruptor Tetapi Pencuri Biasa Ajukan Saja Praperadilan !

 Menurutnya ini merupakan kebijakan yang emosional dan tidak esensial. Karena masih banyak hal-hal mendasar dan sangat ditunggu masyarakat.

“Kebijakan bagaimana di membangun wilayah selatan, timur, utara, banyak hal yang harus kita sentuh. Masih banyak jalan rusak, sarana prasarana pertanian, drainase dan sebagainya, yang harus kita sentuh,” tambahnya.

Ia menyatakan jika kebijakan emosional seperti ini terus dilakukan akan pihaknya akan melakukan kontrol konstrultif.

“Karena kebijakan tersebut tidak ada manfaatnya. Kalau kita biarkan tidak akan merubah apapun. Dana yang dipake merubah bisa untuk yang lain,” tegasnya.

DPRD memandang PAD, perencanaan, perlu lebih dimatangkan Pemerintah Agung Setyawan – Ambar Purwoko.

Maka pihaknya menyatakan, pentingnya kolaborasi yang baik terbuka antara legislatif eksekutif.

“Kebijakan beliau ini kan tidak ada (tidak melalui, red) komunikasi semaunya. Contoh SAK. Masih banyak lagi,” ujarnya.

Ia menilai sejauh ini masih perlu komunikasi yang baik dengan legislatif. Karena sejauh ini masih fluktuatif.

Ia berharap Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko bersama- sama membangun Kulon Progo dengan lebih baik. Komunikasi dengan legislatif lebih baik.

Merencanakan pembangunan ke depan penguatan perencanaan keuangan, artinya bagaimana simpul – simpul PAD didorong untuk bisa meningkatkan APBD ke depan disaat kebijakan fiskal pusat menurun.

“Peruntukan, kekuatan, ketajamam APBD Kabupaten Kulon Progo perlu sinergitas baik DPRD dan eksekutif,” katanya.

BACA JUGA  Target Pembangunan Fisik Mencapai 100% TMMD Sengkuyung Tahap I Kulon Progo Resmi Ditutup

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *