Kulon Progo, Proliman News – Perjuangan hidup berat harus dijalani oleh Muhammad Rayyan Syahrizky. Di usianya yang baru menginjak 9 bulan, bayi asal Padukuhan Jamus RT 37 RW 15, Kulon Progo ini harus bertaruh nyawa melawan penyakit leukemia atau kanker darah. Saat ini, Rayyan tengah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Rayyan merupakan putra dari pasangan Eka Sapta dan Suparyanti. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa gejala gangguan kesehatan pada Rayyan sudah mulai tampak sejak ia baru berusia satu bulan. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan, nasib pilu harus diterima keluarga setelah Rayyan didiagnosis menderita leukemia dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk penanganan lebih lanjut.
Sebagai penyakit yang menyerang jaringan pembentuk darah dan sumsum tulang, leukemia membutuhkan penanganan medis yang agresif, intensif, dan berkelanjutan. Konsekuensinya, Rayyan harus menjalani serangkaian terapi jangka panjang yang menguras energi serta emosi kedua orang tuanya.
Kondisi ini memaksa keluarga untuk menetap di rumah sakit demi mendampingi proses pengobatan. Situasi tersebut tidak hanya memukul psikologis keluarga, tetapi juga berdampak linear pada membengkaknya beban finansial yang harus mereka tanggung.
Selain memikirkan biaya pengobatan yang tidak seluruhnya tercover, keluarga juga dihadapkan pada tingginya pengeluaran operasional harian di Yogyakarta, seperti:
- Biaya transportasi darurat dari Kulon Progo ke Yogyakarta.
- Biaya akomodasi (tempat tinggal sementara) dan konsumsi selama mendampingi Rayyan.
- Kebutuhan logistik khusus bayi selama masa perawatan intensif.
Di tengah keterbatasan ekonomi yang kian menghimpit, keluarga sangat mengharapkan adanya uluran tangan dan solidaritas dari masyarakat luas agar seluruh rangkaian terapi Rayyan tidak terputus di tengah jalan.
”Harapan kami hanya satu, semoga Rayyan bisa sembuh. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah memberikan doa, perhatian, dan bantuan bagi pengobatan anak kami,” ungkap Eka Sapta, ayah kandung Rayyan, dengan nada penuh harap.
Secara medis, peluang kesembuhan bagi pasien anak penderita leukemia tetap terbuka lebar. Keberhasilan pengobatan ini sangat bergantung pada optimalisasi protokol terapi yang dijalani secara disiplin sesuai dengan anjuran tim dokter.
Kini, keluarga hanya bisa mengetuk pintu hati para dermawan. Mereka berharap doa, kepedulian, dan dukungan materi dari masyarakat dapat menjadi suplemen semangat bagi Rayyan kecil untuk bisa pulih, tumbuh, dan berkembang dengan ceria layaknya anak-anak seusianya.
Liputan: Galang Andika Pratama



