Magelang, Proliman News – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), menandatangani piagam deklarasi Collaboration for Sustainability yang diinisiasi oleh Direktorat Konservasi Tanah dan Air (KTA) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Deklarasi tersebut digelar guna menegaskan komitmen ITM dalam mendukung kemitraan lintas pemangku kepentingan untuk mengakselerasi program reklamasi pascatambang dan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Piagam ditandatangani oleh Direktur KTA, Muhammad Zainal Arifin dan Presiden Direktur ITM, Mulianto, dalam acara puncak Festival Collaboration for Sustainability yang diadakan di kawasan Penanaman Rehabilitasi DAS Menoreh – Borobudur, di Desa Ngadirejo, Kec. Salaman, Kabupaten Magelang, Kamis (19/2024).
Kawasan tersebut selanjutnya juga akan diangkat menjadi model benchmarking kolaborasi multipihak untuk keberlanjutan reklamasi hutan dan rehabilitasi DAS di Indonesia.
Sebagai perusahaan pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), ITM mempunyai kewajban melaksanaan reklamasi pada area pascatambang dan melakukan rehabilitasi DAS di luar wilayah konsesi.
Rehabilitasi DAS dilakukan untuk pemulihan lingkungan dan perbaikan tata air, mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi, yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar serta membantu meningkatkan serapan karbon dalam kerangka mitigasi perubahan iklim.
ITM melalui anak perusahaannya yakni PT Bharinto Ekatama (BEK), mendapat mandat dari KLHK untuk melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS Menoreh di area seluas 250 hektare.
Penanaman telah dimulai pada akhir 2021menggunakan konsep agroforestri berbasis pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 1.199 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) dari 32 desa di 8 kecamatan terlibat dalam program ini.
”Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi untuk memastikan pemulihan ekosistem dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Deklarasi ini sejalan dengan strategi keberlanjutan ITM, di mana dalam mewujudkan tanggung jawab terhadap lingkungan, kami juga memberdayakan masyarakat lokal dalam prosesnya,” kata Presiden Direktur ITM, Mulianto.
Dalam Festival Collaboration for Sustainability, ITM menampilkan live demo aplikasi geotagging SiTanam yang dikembangkan Perusahaan untuk memudahkan pemantauan pertumbuhan setiap pohon (tree by tree) di area hutan rehabilitasi. Terlihat hamparan pohon buah alpukat, kelengkeng, mangga, dan durian, yang tumbuh dengan baik, mulai berbunga, bahkan di beberapa area sudah mulai berbuah.
”Melalui kegiatan rehabilitas DAS yang dilakukan ITM kini kami dapat mengelola kebun hasil rehabilitasi. Dengan kegiatan ini tidak hanya membantu memulihkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Program ini memberikan kesempatan bagi petani lokal seperti kami untuk mendapatkan sumber penghidupan,” kata Ngudi Raharjo, petani dari KTH Wonoardi binaan ITM, yang memamerkan hasil panen kelengkeng kristal kepada jajaran Kementerian LHK.
Selama menjalankan rehabilitasi DAS Menoreh, kegiatan pendampingan kepada KTH binaan terus dilakukan ITM. Mulai dari pelatihan budidaya tanaman agroforestri dengan bibit sambungan atau okulasi, pelatihan penanganan pascapanen, Bimtek pengelolaan agrowisata tanaman buah, pelatihan peningkatan mutu hasil panen, hingga penguatan kelembagaan KTH.
Melalui rangkaian kegiatan pendampingan tersebut, ITM berupaya memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Liputan : Bagus Aryo Wicaksono



