Kulon Progo, Prolimannews – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kulon Progo. Sebanyak lima siswa bertalenta dari MAN 2 Kulon Progo (Mandaku) berhasil meloloskan diri ke babak final Kompetisi Bahasa dan Sastra Tingkat SMA/MA. Kompetisi bergengsi ini digelar oleh Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Kulon Progo.
Kepastian tiket final ini didapatkan setelah panitia lomba merilis pengumuman resmi hasil seleksi tahap penyisihan pada Selasa, 30 Juni 2026. Selanjutnya, kelima delegasi Mandaku ini akan bertarung di babak final yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juli 2026 di dua tempat, yaitu SMKN 1 Pengasih dan Taman Budaya Kulon Progo.
Kelima siswa tersebut berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di empat kategori yang berbeda:
- Maca Crita Cekak (Membaca Cerita Pendek): Diwakili oleh Aulia Latif.
- Maca Geguritan (Membaca Puisi Jawa): Diwakili oleh Syifa Nur Aini.
- Macapat (Tembang Jawa): Diwakili oleh duo berbakat, Najwa Arwenia Putri Susanto dan Yumna Yudha Baskara.
- Pranata Adicara (Pembawa Acara Adat Jawa): Diwakili oleh Andhika Nurhidayat.
Sebelum dinyatakan lolos, para siswa harus melewati proses penyisihan yang sangat kompetitif. Mereka diwajibkan mengirimkan video penampilan terbaik yang dibuat sesuai dengan standardisasi ketat dari panitia.
Di balik kesuksesan ini, ada peran besar dari tiga guru pendamping yang dengan sabar mengarahkan mereka, yaitu Siamri, S.Sn., Sukma Viridian Sani, S.Sn., dan Eni Supangati, S.Pd.
Prestasi ini langsung mendapat acungan jempol dari Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I. Beliau mengaku sangat bersyukur dan bangga atas dedikasi para siswa serta tim guru pendamping dalam upaya melestarikan kebudayaan Jawa.
“Lolosnya kelima siswa kami ke babak final menjadi bukti nyata komitmen MAN 2 Kulon Progo dalam mendukung potensi siswa, khususnya pelestarian bahasa dan sastra Jawa. Semoga di final nanti mereka bisa tampil percaya diri dan memberikan performa terbaik,” harap H. Riza Faozi.
Menatap babak final yang tinggal menghitung minggu, pihak madrasah tidak mau bersantai. Sukma Viridian Sani, S.Sn., selaku guru pendamping sekaligus pelatih cabang Macapat, mengungkapkan bahwa latihan intensif akan segera digenjot.
Karena babak final nanti akan dinilai secara langsung (bukan lewat video lagi), fokus latihan akan diperdalam pada aspek penjiwaan (penghayatan), teknik vokal, serta olah rasa agar penampilan para siswa semakin matang dan memukau dewan juri.
Liputan: Galang Andika Pratama



