Masyarakat Mendesak Bupati Pati Sudewo Mengundurkan Diri Atau Dimundurkan Rakyat Secara Paksa !

Keinginan masyarakat untuk melengserkan Bupati Pati Sudewo semakin kencang terdengar.(foto/ist)

Pati, Proliman News – Keinginan masyarakat untuk melengserkan Bupati Pati Sudewo semakin kencang  terdengar.

Malam ini Sabtu (9/8/2025) di Alun-alun Pati, ribuan orang yang sejak sore berkumpul akhirnya menyerukan dua pilihan, yakni Bupati Sudewo mundur atau dilengserkan secara paksa oleh rakyat.

“Bapak Bupati Sudewo, milih mundur secara ksatria atau dilengserkan rakyat Pati secara paksa. Milih mana pak? Kami tunggu secepatnya, merdeka !” teriak massa secara koor bersama-sama.

Pati bersatu, satu darah , satu badan, satu tulang tidak bisa dihancurkan, rakyat bersatu tidak bisa dibodohi, merdeka, takyat Pati merdeka !

Suara masyarakat yang meneriakkan kalimat ‘lengser Bupati Sudewo’ juga terus berkumdangan di berbagai gerombolan massa yang memadati alun-alun hingga jalan-jalan seputaran Kantor Bupati Pati.

Mereka dalam berbagai kesempatan juga terus meneriakkan, lengeser secara ksatria atau dilengserkan rakyat secara paksa.

Botok, salah satu relawan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan belum tanggal 13 Ahustus 2025 saja massa sudah terus berkumpul sedemikian banyak di kawasan ini.

Mereka bukan orang yang ingin tasakuran, tetapi mereka merupakan masyarakat Pati yang terhina oleh statemen-statemen Bupati Pati Sudewo.

Bukan itu saja, selama iniBupati Sudewo telah membuat kebijakan yang tidak pro rakyat, dan justru membuat kebijakan yang bertentangan dengan keinginan masyarakat.

Seperti rencana pembongkaran Masjid Besar Pati, yang akan dibongkar total untuk kemudian dibangun dengan bentuk bangunan baru.

BACA JUGA  Identitas Mayat Dalam Karung yang Ditemukan di Jurang Desa Bayen, Pati, Jawa Tengah Sudah Diketahui

“Dia lupa kalau masjid ini merupakan cagar budaya, ini simbol dan kebanggan masyarakat Pati, kenapa mesti harus dihancurkan, ” katanya.

Lalu pembangunan videotron yang menghabiskan anggaran hingga Rp 1, 9 miliar, apa pentingnya videotron di tengah kemiskinan yang mendera wilayah ini.

Sementara di ruas lain, hanif seorang warga asli Pati membakar semangat massa dengan teriakan yang nyaris sama.

“Kalau berani turun ke jalan, nanti tangga 13 Agustus 2025, saya sujud didepannya. Kalau berani temui rakyat, jangan menghilang,”katanya.

Sedang unggahan di berbagai media sosial ungkapan ‘lengserkan Bupati Sudewo’ juga terus disampaikan warganet dengan berbagai cara.

Ada yang menuliskan kalimat-kalimat satir, ada juga yang mengunggah statemen mereka dalam video pendek.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *