Masyarakat Sambut Dingin Bakal Digelarnya Pilbup Kulon Progo 2024, Sigit Susetyo : Belum Ada Kandidat yang Joss !

Namun berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pelantikan kepala daerah rencananya secara serentak di ibu kota negara, Jakarta, pada tanggal 20 Februari 2025.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News– Sejauh ini masyarakat ternyata menyambut dingin dengan bakal digelarnya Pemilihan Bupati (Pilbup) Kulon Progo 2024 bulan November mendatang.

“Padahal tinggal empat bulan lagi, tetapi masyarakat nampak tidak antusias, masih adem ayem saja, bahkan cuek. Masalah besar ini,” ujar Sigit Susetyo, Ketua DPC Partai Demokrat Kulon Progo.

Kenapa masyarakat tidak antusias, menurut Sigit Susetyo karena sebenarnya masyarakat pesimis Pilbup Kulon Progo 2024 bakal menghasilkan bupati-wakil bupati terpilih yang tidak sesuai impian.

“Karena calon yang disosorkan partai-partai politik ya hanya itu. Yakni calon yang hanya populer karena banyak memasang poster dan baliho tetapi tidak membawa gagasan besar atau ide yang joss,” tandasnya.

Artinya, Pilbup Kulon Progo 2024 hanya akan menjadi ajang pesta poster, baliho dan coblosan serta menghasilkan bupati-wakil bupati terpilih yang akan duduk di kursi kekuasaan selama lima tahun tanpa capaian.

“Karena sejak awal mereka maju Pilbup Kulon Progo 2024 memang tidak membawa ide besar atau gagasan apapun, kecuali hanya ingin duduk di kursi bupati-wakil bupati dan ngecakke anggaran yang ada,”ujarnya.

Sehingga Pilbup Kulon Progo 2024 hanya akan menjadi ritual lima tahunan dan tidak membawa perubahan apapun bagi masyarakat. Pantlaslah kalau masyarakat tampak tidak antusias, pesimis, bahkan cuek.

“Bagaimana tidak pesimis. Lihat saja para kandidat atau bakal calon bupati – wakil bupati yang kini mulai pasang spanduk, baliho, poster bahkan membanjiri media soaial. Apa masyarakat tahu, siapa mereka, gagasan apa yang ditawarkan untuk masyarakat atau perubahan semacam apa yang bakal dilakukan ketika mereka terpilih nanti ? Nggak ada,” ujarnya.

BACA JUGA  Noor Harish : Anggaran Pemda Kulon Progo 2025 Sangat Boros dan Pelit Kepada Rakyatnya !

Sejauh ini, sebagian masyarakat hanya mengenal wajahnya dari poster-poster, baliho atau spanduk yang mulai membanjir di pinggir-pingir jalan. Tetapi tidak ada satupun warga masyarakat Kulon Progo yang paham kapasitas masing-masing bakal calon ini.

Karena mereka memang tidak menyodorkan ide besarnya, gagasan besarnya untuk, dan perubahan apa yang akan dilakukan untuk masyarakat warga bangsa Kulon Progo lima tahun ke depan.

 “Sejauh ini belum muncul ide dan gagasan. Semua hanya memunculkan jargon-jargon, ingin mensejahterakan masyarakat, ingin memakmurkan masyarakat. Hanya jargon, bukan gagasan implementatif. Itu mah hal biasa,” tambahnya.

Tapi spesifik bagaimana gagasan mereka untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) membangun kualitas pendidikan, mendongkrak perekonomian belum muncul.

Padahal melalui ajang Pilbup Kulon Progo2024, harapan kita akan muncul satu kandidat yang punya pemikiran cemerlang, melalukan lompatan agar Kulon Progo terbebas dari keterpurukan.

“Itu impian masyarakat. Kita mimpinya ada kandidat yang visioner, punya gagasan untuk melakukan lompatan. Kita tidak ingin, tidak berharap bupati yang akan datang ini hanya berkutat  ngutek uleg APBD saja,”ungkap Sigit Susetyo.

Tetapi bupati-wakil bupati yang memiliki akses kuat, jaringan luas, sehingga tidak hanya berkutat pada APBD selama berkuasa. Masyarakat berharap, Pilbup Kulon Progo 2024 tidak mengulang cerita sedih periode lalu.

“Kita berharap dengan bupati baru ada lompatan. Bupati yang tidak sekedar menjabarkan APBD, tetapi seorang bupati yang memiliki jaringan luas, punya akses yang luas, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus bergantung pada APBD. Karena APBD kita ini kecil, untuk bayar pegawai saja kadang pusing,” tambahnya.

BACA JUGA  Aceh Memanas Konvoi Bendera Bulan Bintang GAM Berbuntut Penganiayaan dan Penangkapan Warga Sipil

Sigit Susetyo menegaskan, masyarakat memimpikan ada kandidat yang berani melawan arus itu. Karena kalau Pilbup Kulon Progo 2024 hanya sebuah rutinitas lima tahunan masyarakat Kulon Progo hanya akan seperti-seperti ini saja.

 “Alangkah sayangnya Kulon Progo sebagai kabupaten lintas tidak bisa setara Gunungkidul. Coba renungkan, mau ke Bandung, Jakarta ke berbagai kota bahkan mau ke luar negeri itu lewat Kulon Progo lho sekarang ini. Ada bandara internasional di Kulon Progo, tetapi kita miskin, kondisinya kumuh,“ tambahnya.

Maka momen Pilbup Kulon Progo 2024, semestinya menjadi momen partai-partai politik berfikir mencari kandidat yang benar-benar bisa diandalkan untuk membawa perubahan besar di Kulon Progo.

“Bukan sekedar lomba okeh-okehan baliho, spanduk atau poster. Nggak ada dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat. Yang miskin hari ini, lima tahun ke depan ya tetap miskin, kalau hanya lomba baliho,” ungkapnya.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *