Kulon Progo, Proliman News – Nasib Wardoyo, Anggota Komisi B DPRD Kulon Progo dari Partai NasDem meminta Pemda Kulon Progo mengevaluasi kembali rencana pemasangan Patung Raksasa Penari Angguk di Alun – Alun Wates (Alwa).
“Apakah dengan pemasangan Patung Raksasa Penari Angguk itu bisa menggenjot kunjungan wisata atau tidak? Apakah dengan langkah itu bisa menggejot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pariwisata atau tidak? “ ujarnya kepada media, Senin (20/1/2025).
Ia meminta Pemda Kulon Progo dalam hal ini Dinas Pariwisata Kulon Progo fokus pada perbaikan kinerja dan gagasan untuk menaikan kunjungan wiatawan dan mendongkrak PAD.
“Fokus Dinas Pariwisata pada bagaimana menaikan kunjungan wisatawan dan mendongkrak PAD, restribusi pariwisata, itu saja dulu. Perbaiki kinerja, dan fokus pada PAD,” ujarnya.
Sementara Nasib Wardoyo menilai pemasangan Patung Raksasa Penari Angguk di Alwa hanya latah saja, sementara target pendapatan 2024 tidak tercapai.
Menananggapi kritik yang terus mengalir melalui berbagai media soal rencana pemasangan Patung Raksasa Penari Angguk di Alwa Penjabat (Pj.) Bupati Kulonprogo Srie Nurkyatsiwi menegaskan, hingga saat ini belum ada perubahan apa pun terhadap rencana penataan kawasan (Alwa).
Ada pun kritik yang berkembang di tengah masyarakat dinilai wajar dan akan dibahas dan dikaji lagi oleh pemerintah.
Pemkab Kulon Progo tidak anti kritik. Hanya saja mohon kritik disampaikan dengan cara yang baik dan tentu juga ada solusi yang konstruktif ditawarkan kepada pemerintah.
“Tentang rencana penataan Alun-alun Wates masih kita kaji lagi. Dari sisi dokumen perencanaan, sampai sekarang kita belum mengubah,” ujar Srie Nurkyatsiwi, Minggu (19/1/2025).
Perencanaan penataan Alun-alun Wates dilakukan sejak tahun 2022 dan pelaksanaannya bertahap. Penataan tersebut hanya bagian kecil dalam penataan sisi Kota Wates, tegas Srie Nurkyatsiwi.
Diketahui masyarakat mengkritik rencana Pemkab Kulon Progo membangun Patung Raksasa Penari Angguk sebagai landmark (simbol penanda kota atau ciri khas penanda suatu daerah) sebagai bagian dari rencana penataan Kawasan Alun-alun Wates.
Oleh sebagian pengkritik menilai pembangunan patung raksasa tersebut tidak pas di tengah kondisi Kabupaten Kulon Progo yang miskin.
Lebih lanju Srie Nurkyatsiwi mengungkapkan rencana penataan Kawasan Alun-alun Wates penting salah satunya nanti akan terkoneksi segitiga emas yakni Alun-alun Wates – Mbulu Pengasih – Wana Winulang Pengasih.
Siwi menegaskan, Pemkab Kulon Progo melaksanakan rencana penataan Alun-alun Wates merupakan tindaklanjut atas perencanaan tahun 2022 silam. Sehingga kalau rencana itu tidak dilaksanakan tentu akan menjadi catatan bagi Pemkab Kulon Progo.
Dalam proses pembangunan, Siwi menekankan adanya kebersamaan. Sehingga akan menghasilkan karya yang bagus dan positif. Dalam membangun sebuah wilayah kita harus ada kebersamaan.
Siwi menegaskan, Pemkab Kulonprogo melaksanakan rencana penataan Alun-alun Wates merupakan tindaklanjut atas perencanaan tahun 2022 silam. Sehingga kalau rencana itu tidak dilaksanakan tentu akan menjadi catatan bagi Pemkab Kulon Progo.
Dalam proses pembangunan, Siwi menekankan adanya kebersamaan. Sehingga akan menghasilkan karya yang bagus dan positif. Dalam membangun sebuah wilayah kita harus ada kebersamaan.
“Pemerintah punya fungsi regulasi, afirmasi, SDM dan yang paling penting adalah partisipasi masyarakat,” paparnya.
Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Edi Priyono mengatakan, mensikapi adanya kritik tentang rencana penataan Kawasan Alun-alun Wates, pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo.
Liputan : Suyono Sugondo / berbagai sumber



