Pedagang Pasar Buah Penggaron Iuran Bersedekah, Santuni 100 Anak Yatim Piatu

SANTUNI YATIM PIATU: Ketua DPW APPSI Jateng Suwanto bersama para pedagang menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu di Pasar Grosir Buah Penggaron Kota Semarang. (Foto/Dok APPSI Jateng)

Semarang, Prolimannews – Pedagang Pasar Grosir Buah Penggaron Kota Semarang bersyukur pasar tempat mereka berdagang kini berkembang pesat menjadi tempat jujugan kulakan para pedagang buah se-Jawa Tengah. Sebagai bentuk syukur, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Grosir Buah Penggaron Imam Nurcholis mengungkapkan, mereka memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di pasar setempat, Selasa (23/6).

Nurcholis menjelaskan, anak yatim piatu tersebut selama ini tinggal di sekitar rumah para pedagang Penggaron. “Kami memang tidak menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu yang berada di panti asuhan, tapi yang berada langsung di sekitar tempat tinggal pedagang. Ini sebagai perwujudan kepedulian kami kepada lingkungan sekitar,” ungkap Nurcholis. Santunan yang diberikan berupa uang. Tiap anak menerima Rp 300 ribu.

Peringatan Tahun Baru Islam merupakan kegiatan sosial keagamaan pertama para pedagang di Pasar Grosir Buah Penggaron. Sebelumnya, jelas Nurcholis, kegiatan sosial keagamaan digelar di pasar relokasi MAJT. Para pedagang grosir buah telah pindah semua ke Penggaron saat ini.

Nurcholis menjelaskan, saat ini jumlah pedagang grosir buah di Penggaron mencapai sekitar 200 orang. Hampir semua lapak di Pasar Penggaron telah terisi. Pengunjung pasar pun juga bertambah ramai.

Pasar Grosir Buah Penggaron bisa dikunjungi 24 jam saat ini. Waktu paling ramai justru malam mulai jam 19.00 WIB. “Alhamdulillah tidak ada kesan kumuh di Pasar Penggaron. Tempatnya nyaman tidak becek. Keamanan terjamin karena kita bersinergi dengan aparat keamanan secara baik,” kata Nurcholis.

BACA JUGA  Massa di Alun - alun Pati Desak Bupati Pati Sudewo Turun Dari Jabatannya atau Dilengserkan Paksa !

Berdasarkan pengakuan para pedagang, omzet mereka bisa di atas Rp 100 juta sehari saat sedang ramai. Omzetnya melebihi saat mereka masih berdagang di pasar relokasi MAJT.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Tahun Baru Islam Pasar Grosir Buah Penggaron Tien Suradi, kegiatan sosial keagamaan seperti ini merupakan hasil inisiatif para pedagang sendiri. Para pedagang iuran dan berdonasi suka rela.

Acara ini juga dihadiri perwakilan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Lurah Penggaron Kidul Dian Kumalasari, aparat kepolisian dan TNI, serta pengurus Asosiasi Pedagang Pasar (APPSI) Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Selain pemberian santunan kepada anak yatim piatu, juga ada mauidhah hasanah yang disampaikan KH Usman Haq, serta hiburan hadrah.

Ketua DPW APPSI Jawa Tengah Suwanto berharap semua pedagang pasar tidak lupa bersyukur dan bersedekah ketika mendapatkan rezeki sebagaimana yang dilakukan para pedagang Pasar Grosir Buah Penggaron. “Insya Allah rezeki kita akan terus mengalir kalua kita banyak bersedekah,” tandasnya.

Liputan: Lawu Budiarjo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *