PSST: Persatuan Sepak Bola Sekitar Tugu

Berdiri atas dasar kebersamaan, PSST senantiasa menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, sportivitas, dan dedikasi dalam setiap kegiatan maupun pertandingan yang diikuti. (Foto/Dok)

Wates, Prolimannews

📍 Markas: Wates, Karangnongko

Klub ini bermula dari kebersamaan para pemuda yang sering berkumpul di kawasan sekitar Tugu Golong Gilig. Monumen tersebut dibangun pada tahun 1951, dan menjadi tempat bertemu serta menjalin komunikasi antarwarga sekitar. Dari keakraban yang terjalin, muncul gagasan bersama untuk mendirikan wadah olahraga, yang akhirnya melahirkan kesepakatan membentuk klub sepak bola bernama PSST pada tahun 1956. Hingga saat ini, nama tokoh penggagas pendiriannya belum diketahui secara pasti.

Seiring perjalanan waktu, kawasan tersebut mengalami perubahan: Tugu Golong Gilig kemudian diganti dengan monumen Patung Nyai Ageng Serang. Awalnya berdiri di dekat lokasi Bang Jo, kini patung itu bergeser ke arah barat dan menjulang megah sebagai ikon baru yang mewakili sejarah daerah ini.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan prestasi, PSST sempat membentuk klub binaan bernama Tugu Muda, yang berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bakat pemain muda.

Selama perjalanannya, PSST telah melahirkan banyak pemain andalan dan legendaris, antara lain: Legenda Ngabi (Sang Macan Proliman), Almarhum Susanto “Kimpleng”, Hendri, Anung, Andreas Nono, Gapong Nugroho, Harsono, Sapto, Puji, Freddy Forlan ( pangeran Proliman ) hingga angkatan terakhir Santoso 2024, putra Almarhum Bapak Kombor.

Berdiri atas dasar kebersamaan, PSST senantiasa menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, sportivitas, dan dedikasi dalam setiap kegiatan maupun pertandingan yang diikuti.

BACA JUGA  Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Tanjung Verde, Ujian Sang Raksasa Menghadapi Kejutan Hiu Biru

PSST: Menjaga sejarah, membangun masa depan.

Liputan: Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *