Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Terlambat Datang di KPK Mengaku Ada Opsus Kepada Dirinya, Ia Siap Ditahan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto hari ini memenuhi panggilan KPK dan siap untuk ditahan.(foto/ist)

Jakarta, Proliman News – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto hari ini memenuhi panggilan KPK dan siap untuk ditahan.

Setiba di Gedung KPK Hasto Kristiyanto, kepada wartawan mengaku terlambat karena ada trobel di pesanan bus yang membawa rombongannya.

Ia merasa ada operasi khusus (opsus) yang ingin mengintimidasinya saat akan memenuhi panggilan KPK, hari ini.

Hasto mengklaim, semula PDIP telah memesan bus untuk rombongan yang akan mengantarnya di pemeriksaan KPK. Namun, bus yang dipesan dibatalkan sebanyak tiga kali.

“Mohon maaf agak terlambat karena bus yang kami pesan itu sempat tiga kali di-cancel apakah ada opsus opsus atau tidak yang jelas kami sempat mencoba mengganti tiga bus tapi akhirnya tetap datang sehingga kami terlambat,” ujar Hasto kepada wartawan, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Hasto tiba di Gedung KPK pukul 09.45 WIB didampingi oleh tim penasihat hukumnya seperti Todung Mulya Lubis, Maqdir Ismail, Ronny Talapessy dan Patra Zen.

Kader senior PDIP Ribka Tjiptaning, Komarudin Watubun, Deddy Sitorus, Guntur Romli, juga turut menemani Hasto.

Hasto mengaku siap jika dalam pemanggilan ketiga sebagai tersangka hari ini, dirinya akan berakhir jadi tahanan penyidik KPK.

“Ya sudah siap lahir batin,” ujarnya ketika ditanya wartawan jika kemungkinan akan ditahan usai pemeriksaan.

Ia meyakini betul bahwa banyak trik-trik di balik proses hukum yang sedang dihadapinya.

BACA JUGA  Mas Iyun Telah Mengangkat Martabat Tukang Ngarit Melalui You Tube dan Tik - Tok, Begini Asyiknya Srek-srek !

Hasto menyinggung, dugaan intimidasi yang diterima oleh para saksi, seperti eks Anggota Bawaslu Agustiano Tio Fridelina dan staf Hasto, Kusnadi.

“Ini bisa ditunjukkan dengan keterangan saksi yang mencoba diintimidasi, bahkan Saudari Tio pun tidak bisa berobat ke luar negeri karena cancer yang dideritanya hanya karena tidak mau menyebut nama saya,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, negara ini dibangun atas dasar hukum yang berkeadilan. Jika KPK memahami maksudnya, maka lembaga antirasuah tak perlu lakukan penahanan.

“Republik Indonesia ini dibangun atas hukum yang berkeadilan itu konsepsi awalnya, karena itulah ketika itu terjadi (penahanan) semoga tidak,” ujarnya.

Ia meyakini pemahaman tersebut akan menjadi pupuk bagi demokrasi ini, akan menjadi benih-benih bagi upaya untuk mewujudkan suatu sistem penegakan hukum yang sebenar-benarnya tanpa pandang pilih.

“Karena itulah kami meyakini bahwa kami dilatih untuk berjuang dengan keyakinan,” katanya mengakhiri.

Liputan : Budi Setia

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *