Ahmad Basuki: Siapin 200 Lulusan SMA/SMK Masuk STAN, IPDN, Akmil, Akpol, Kita Bisa Kikis Kemiskinan !

Dengan penanganan secara serius, sektor pariwisata diestimasikan mampu memasok PAD empat kali lipat dari target PAD tahun 2024, atau sebesar hampir Rp 32 miliar di tahun pertama.(foto/ist)

Saya buka-buka catatan, apa saja yang sudah disusun oleh Almarhum Ahmad Basuki, ST, saat ingin maju sebagai Calon Bupati, di tahun 2024.

Mumpung masih ruwah. Sekalian mengenang perjalanannya menuju Pesta Pilkada Kulon Progo 2024.

Saya mencari catatan paling mencolok. Distabilo. Yakni konsep mengatasi kemiskinan.

Setiap membuka catatan ini, saya selalu membayangkan, bagaimana jika Ahmad Basuki tidak meninggal lebih awal dan jadi bupati.

Wuhh !!

Suatu hari saya diajak bicara serius seharian, bahkan terus diulang dalam tempo lebih dari sepekan!

Bicara soal konsep mengatasi kemiskinan di Kulon Progo. Diluar nalar umum. Basuki tiba-tiba bertanya.

“Berapa jumlah lulusan Akpol yang dimiliki Kulon Progo ? Atau berapa lulusan Akpol yang ada di Polres Kulon Progo, yang mau berbagi ilmu ? “ katanya.

“Waduh, ya nggak tahu, tapi saya ada saudara lulusan Akpol,” kataku.

“Lalu berapa banyak lulusan STAN yang dimiliki Kulon Progo, yang bisa diajak bicara tentang kondisi warga bangsa ini? “ tanyanya.

“Kalau itu banyak, tetangga saya banyak lulusan STAN,” kataku.

“Okey, bikin simulasi, bikin konsep mengatasi kemiskinan melalui jalur pendidikan ? Mikir nggak kamu, bahwa dari pendidikan bisa membuat wilayah ini meningkat ekonominya? Maping dan kerjakan! “ katanya sembari ngeloyor mencari segelas kopi.

“Hey bos, iki simulasine piye, yang di maping apanya, maksudnya mengentaskan kemiskinan dari sektor pendidikan kayak mana, hey ! “ tukasku keras.

BACA JUGA  JCW Minta KPK Bersikap Tegas Terhadap Nusron Wahid terkait Kasus Suap HGB

“Sek..sek…ngopi sek, rupamu wes pucet pasti urung ngopi, urung udut, kita santai tapi serius, tetap relax tetapi tegang, kakaka,” tambahnya.

“Heem, okeyyy,” gumamku.

Ketika sesion berikutnya main, saya baru tahu, catatan paling mahal dari seorang Ahmad Basuki, bahwa relasinya yang bisa membawanya masuk ke istana-istana para petinggi dengan tanpa banyak cing cong.

Dia juga mendapat support dari banyak orang kaya (orang baik, red) di negeri ini meski tetap silent ! Sehingga apa yang dia paparkan hari ini membuat kesimpulan saya bukan hoaks, atau bohong semata.

“Semester akhir SMA/SMK saya minta sekolah dan tim melakukan pencarian bakat. Sesuai bakat, telenta. Siswa bakatnya apa, modalnya ada ndak. Yang berbakat jadi birokrat berapa orang, kita kluster masuk kelas calon dimasukin IPDN, STAN, atau perguruan sejenisnya. Lalu berapa yang bakat jadi tentara, polisi, maka kita kluster masuk kelas dibina oleh perwira untuk masuk Akmil, Akpol,” katanya.

Ia membayangkan, melalui para perwira, para alumni STAN, IPDN, yang sudah disiapkan, setiap tahun Kulon Progo bisa mengirim lulusan SMA/SMK ke semua lembaga sekolah calon petinggi itu antara 100 sampai 200 orang.

“Ke dalamnya saya yang tanggungjawab. Tetapi anak-anak juga harus siap. Terdidik dengan baik, bermental, menjadi pejuang, bersama-sama memerangi kemiskinan Kulon Progo,” kata Basuki.

Sampai titik ini saya tidak bisa membendung air mata. Ini cara almarhum menyiapkan generasi Kulon Progo menjadi hebat.

BACA JUGA  Ujian Akhir Penegakan Hukum di Kulon Progo Sedang Dimulai Masyarakat Diharap Tidak Tenang

Bahkan dia akan membuat kluster, berapa yang harus masuk kedokteran, teknik, ahli hukum, dan almarhum telah menyiapkan kanalnya.

Kanal dimana mereka harus ditampung dan membangun perekonomian keluarga dan tetangganya.

“Saya punya teman, dia kirim saya uang se besar Rp 60 miliar, bukan buat Pilkada tetapi buat investasi di sektor wisata. Ini membedah desa menjadi penggerak pundi-pundi, lihat ini, hahaha….”sembari menunjukkan dukungan seorang investor kepadanya dana sebesar Rp 60 miliar.

Masya Allah !!

“Wes, mari kita sholat di Masjid milik dua golongan. Muhammadiyah dan NU, hahahaha,” katanya sembari keluar rumah menuju masjid megah di depan rumahnya. Masjid yang dikelola dengan harmonis oleh MWC NU dan PCM di desanya !

Swargo langgeng Pak Bas……

Penulis : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *