Kulon Progo, Proliman News – Super keren ! Di Kulon Progo ternyata kita bisa menikmati kopi enak dari berbagai sentra kopi enak nasional dan bahkan dari berbagai negara di dunia !
“Ini fantastik banget. Baru kali ini saya mendapatkan moment terindah selama menjadi penggemar kopi,” komentar Taufik Ismail penggila kopi asal Yogyakarta.
Ini terjadi di sesion tiga Public Cupping yang digelar Komunitas Kawan Ngopi Kulon Progo, di Inspicaffee, Triharjo, Wates, Kulon Progo, Minggu (22/6/2025) siang.
Taufik Ismail menuturkan, ada 11 jenis kopi kelas dunia yang disuguhkan kepada para penggiat dan penggemar kopi yang datang dari berbagai daerah.
Pada sesion tiga Public Cupping ini semua tamu diminta merasakan eksotisnya kopi dari Colombia, Ecuador, India Ethiophia, hingga kopi Indonesia kelas dunia dari Sunda dan Tapanuli.
“Rasanya benar-benar mak nyus, ini sangat berkelas,” sergah Taufik Ismail.
Pada sesi ini, Komunitas Kawan Ngopi Kulon Progo mendatangkan kopi jenis Panama Janson Geisha Natural, Guatemala la Cabana Geisha W Archers, dan Colombia El Vergel Sidra Washed.
Lalu kopi jenis India Riverdale Geisha Bronze Tip CM Natural, dan India Kiranti Cauveri CM Natural, Colombia Finca Zarza Bourbon Aji Washed, Ethiopia Guji Gogogu Natural, Ethiopia Bensa Shantawene Honey.
Kemudian dua kopi special yakni Puntang Sunda Geisha Natural Slow Dry dan Tapanuli Sidra Anaerobic Natural.
Public Cupping seperti ini konon bahkan sudah empat kali digelar oleh Komunitas Kawan Ngopi Kulon Progo, di tempat yang sama.
“Dengan acara seperti ini setidaknya bisa menghidupkan komunikasi antar penggiat kopi, pengelola wisata kopi, penggemar kopi dan kolektor,” ujar Kholis penggerak Komunitas Kawan Ngopi Kulon Progo.
Di acara ini penggiat kopi dari berbagai daerah berkumpul untuk melakukan uji rasa dan memberi evaluasi terhadap teknik perawatan, penggarapan kopi mulai dari petani hingga peraciknya.
“Kali ini tamu kita ada dari Bandung, Cimahi, Jawa Barat, lalu Magelang dan Wonosobo, Jawa Tengah, Banyuwangi dan Malang, Jawa Timur, dan Kulon Progo, Yogyakarta, semua penggiat dan penggemar kopi,” ujarnya.
Mereka berasal dari berbagai latar profesi tetapi semua berbasis cinta kopi. Ada akademisi, pengusaha dan profesi lain dari kelas lokal hingga kelas internasional.
“Maka setiap kali Public Cupping kita memiliki tema, dan kali ini temanya uji rasa kopi kelas lokal hingga kelas dunia,” tambahnya.
Apakah agenda seperti ini memberi dampak kepada usaha kopi ?
“Tidak ada yang sia-sia, yang pasti ! Meski harus mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah hanya untuk mencoba sesendok kopi kelas dunia, tetapi inilah pembelajaran, peningkatan kualitas dan kita perlu upaya yang sustaibanable,” ujar Fajar Isnanto, penggiat kopi Kulon Progo.
Pemilik Inspicoffee ini mengatakan, banyak ahli kopi dan penikmat kopi yang akhirnya bisa saling bertemu hanya untuk mendiskusikan soal eksplorasi rasa.
Tetapi banyak juga penggiat kopi yang bertemu pada agenda seperti ini untuk meningkatkan mutu kopi Indonesia, mulai mutu panen hingga olahannya.
Sebelumnya, pada sesion pertama Public Cupping digelar sejumlah jenis kopi kelas liberica dan excelsa party, yakni jenis liberica Vietnam Mossto Natural Mantesa Malang Natural, dan Lampung Infused Pineapple.
Lalui ada, Argopuro Honey, Semeru Natural, Cilacap Honey Yeast, kendal Hybrid Honey, Merbabu Natural, Argopuro Honey, Excelsa Sukawangi Clod Submerged, Excelsa Cubadak Natural dan Excelsa WonosalamMossto Natural.
Pada sesion kedua, secara khusus disuguhkan kopi lokal, atau local excellent, yakni Menoreh Anaseobic Honey, Menoreh Natural, Menoreh Washed, kemudian Sumbing Hydro Honey, Sumbing Anaerobic Natural, dan Sumbing Purpurascens.
Kemudian ada Wonoboyo Double Natural Anaerobic, Flores Mbohang Lot Anaerobic Natural. Lalu ada juga Blomentuin de CibeureumAbyssinia, Blomentuin de Cibeureum Mix Var, Cibeureum Battura, dan Fruttuin de Cikurayyan Anaerobic Honey, serta Frttuin de Argopuro.
“Ini luar biasa. Ini the best bagi dunia kopi Kulon Progo yang jarang terekspose. Ternyata kita punya ahli-ahli dan penggiat kopi berkelas,” ujar seorang tamu.
Liputan : Suyono Sugondo



