Apa dampak perang besare Amerika, Israel dan Iran yang kini berlangsung terhadap Kabupaten Kulon Progo ?
Setidaknya akan segera terasa pada perekonomian dan daya beli.
Apalagi mau menghadapi lebaran 2026. Setiap ada perang dunia dan Indonesia, khususnya Kabupaten Kulon Progo rentan akan terkena gonjangan.
Ini terutama akan terasa pada ekonomi masyarakat bawah. Ini udah berlaku hukum ekonomi.
Dimana permintaan pasar meningkat, stock cadangan barang kebutuhan pokok tidak ada auto harga akan naik tidak wajar.
Dampaknya adalah masyarakat akan limbung, khususnya masyarakat di Kulon Progo yang mayoritas penduduk adalah 60 % bertani, 20% buruh harian lepas dan 20 % ASN, Polri Swasta dan pensiun.
Selat hurmuz udah ditutup sejak perang pecah tgl 28 Februari 2026 lalu karena perang Amerika Serikat dan Israel atas negara daulat Iran.
Kapal tengker milik Indonesia yaitu Pertamina tertahan di Selat Hurmuz sejak tanggal 2 Maret 2026.
Cadangan BBM kata menteri ESDM hanya bertahan 20 hari kedepan, ini berarti Indonesia akan import dari Amerika, Singapore, auto menggunakan pembayaran dolar AS.
Padahal Indonesia cadangan uang dolarnya sudah menipis, apalagi tahun ini pembayaran hutang luar negeri Rp 800 trilyun.
APBN udah diketok palu dan tidak ada perubahan, kalau ada RAPBN, perlu persetujuan rapat DPR RI…
Apalagi sekarang harga minyak mentah sudah tembus diangka 80 dolar per barel, waktu diketok palu APBN kisaran harga 70…
Apalagi gas Indonesia juga masih import. Pabrik LNG di Arab Saudi juga tidak operasi karena kena drone. Lengkap sudah.
Sebagai pemimpin di Kabupaten Kulon Progo harus mengantisipasi dampak ekonomi nasional terkhusus akan gejolak perekonomian, apabila BBM dan gas akan langka.
Apabila kedua komoditi langka ini yang menyebabkan kebutuhan pokok melambung, ingat kejadian krisis ekonomi pada tahun 1998..
Terjadinya aksi borong sembako dan Indomaret Alfamart, sampai kosong karena ada aksi borong.
Rakyat kalau sudah ikat pinggang sudah kencang, auto emak – emak akan demo membawa piring kosong ditabuh biar nyaring…
Kita harus siapkan cadangan pangan, terutama di Kabupaten Kulon Progo, bagaimana caranya bahan pokok tersedia di pasaran, dan harga terjangkau.
Ini harus dipikirkan bersama antar staf ahli di lingkungan Kulon Progo dan team ekonominya, agar memberikan masukan kepada pemimpin secara benar dan tepat…
Bantuan – bantuan sosial ditingkatkan dan data harus di perbaiki agar presisi seperti drone Iran – tepat sasaran.
Jangan gunakan data dari Kementerian Sosial yang selalu meleset.
Seperti negara Konoha mau kirim bantuan rudal ke Iran, dan Iran secara tegas menolaknya karena dipastikan akurasi buruk, meleset jauh dari koordinat.
Mohon bapak pemimpin dan para stafnya pikirkan tentang dampak ekonomi agar masyarakat agar emak- emak tidak demo karena piringnya kosong, gas dan BBM ndak ada atau langka.
Dan jangan sampai BBM harganya naik. Ini akan timbul demo berjilid- jilid, apalagi APBN sudah habis untuk MBG dan Koperasi Merah Putih, apalagi mobil pick up asal India udah datang.
Padahal mobil tersebut 2 gardan dan suku cadang tidak ada di bengkel. Kalau udah rusak itu mobil, jadi barang rongsok.
Ingat mobil untuk komunikasi zaman SBY, yang jadi barang rongsokan dan tidak terpakai. Ini APBN/APBD adalah uang rakyat yang dititipkan kepada negara untuk memakmurkan rakyat ( bunyi UUD 1945 ).
Matur nuwun !
Penulis : Bambang Susilo
Ketua DPC Partai Gelora Kulon Progo



